Beda dengan Prabowo, Sandi Sebut Real Count BPN Baru 58 Persen

Capres cawapres no urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Salahudin Uno (kedua kanan) melaksanakan salat sunnah sebelum ibadah salat Jumat pada kunjungannya ke Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Jumat (3/5/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra
07 Mei 2019 11:37 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan penghitungan suara Pemilu 2019. Cawapres  Sandiaga Uno mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi masih memproses penghitungan suara berdasarkan dokumen C1 plano atau real count.

Pernyataan Sandi soal data real count saat ini justru berbeda dengan klaim Prabowo Subianto yang menyebut memenangkan 62 persen suara.

"Sekarang progres masih di bawah 50 persen untuk C1 yang diproses oleh BPN. Pak Djoksan [Ketua BPN Djoko Santoso] update C1 paslon 02 posisinya [unggul] 58 persen suara," katanya, Senin (6/5/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku tak tahu dari mana asal angka 62 persen  yang diklaim oleh Prabowo saat mendeklarasikan kemenangan pertama kali di halaman rumahnya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada 17 April silam.

Sandi mengaku tak hadir kala itu karena terserang cengukan semalaman. Meski demikian, dia menghormati keputusan Prabowo untuk mengungkapkan angka kemenangan sebesar 62 persen tersebut kepada khalayak.

"Karena saya kan lagi cegukan waktu itu. Saya turun terus orang-orang yang ikut dampingi Pak Prabowo memberikan deklarasi ke depan. Jadi kalau ada yang berikan masukan ke Pak Prabowo, ya orang-orang itu yang ada di depan sana," ungkapnya.

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat cuitan yang memancing banyak komentar. Kali ini, ia menyebut bahwa ada yang memberi informasi menjerumuskan bahwa 02 menang 62 persen.

“Kemarahan tumpahkan pada yang memberi info menjerumuskan bahwa 02 memang 62 persen,” cuit  Andi, Minggu (5/5/2019) tengah malam.

Andi menyebut ada 'setan gundul' muncul dalam perjalanan kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019, dan  kemudian menuduh 'setan gundul' sebagai pihak yang memberi informasi sesat soal kemenangan Prabowo sebesar 62 persen.

“Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya  muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62%,” ungkap Andi dalam twit lanjutan.

Sumber : Bisnis.com