Ratusan Nyawa Melayang di Jalan, Desain Lingkungan Cegah Lakalantas Mulai Dirancang

Ilustrasi kondisi bus PO Ary jaya yang terguling, Rabu (1/5/2019) - istimewa
03 Mei 2019 02:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah akademisi dan lembaga terkait lalu lintas mulai memikirkan konsep desain lingkungan yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Konsep itu mulai didiskusikan mengingat banyaknya korban meninggal dunia (MD) akibat lakalantas baik secara lokal maupun  nasional.

Kaprodi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Winda Nur Cahyo menjelaskan berdasarkan data kepolisian, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan di Indonesia pada 2011 mencapai 32.000 jiwa. Hingga 2018, angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas juga tak jauh berubah, bahkan cenderung naik.

Oleh karena itu penanganan persoalan ini menjadi tanggungjawab semua pihak agar lakalantas bisa ditekan. Atas dasar itulah, pihaknya menggelar diskusi tentang desain lingkungan yang tepat untuk mencegah terjadinya lakalantas dengan menghadirkan stakeholder terkait pada Selasa (30/4/2019) di FTI UII.

"Dalam perspektif akademis, kami memandang perlu adanya desain lingkungan sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas," terang dia dalam rilisnya, Kamis (2/5/2019).

Ia menambahkan desain lingkungan yang dimaksud merupakan proses menangani parameter lingkungan sekitarnya. Terutama dalam menyusun rencana, program, kebijakan, bangunan atau produk dengan memperhatikan aspek lalu lintas. Desain lingkungan juga dapat merujuk kepada seni terapan dan ilmu yang berhubungan dengan menciptakan lingkungan manusia dirancang.

"Desain lingkungan juga dapat mencakup bidang interdisipliner , dalam hal lingkup yang lebih besar, desain lingkungan memiliki implikasi untuk desain industri produk. Di antaranya kendaraan inovatif dan jenis lain dari peralatan dapat berfungsi sebagai pencegahan kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda DIY AKBP Heru Setiawan sepakat akan pentingnya desain lingkungan dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apalagi kasus kecelakaan ini terus terjadi, bahkan di 2019 ada kemungkinan terjadi kenaikan untuk wilayah DIY. Kasus kecelakaan dari Januari hingga Maret 2019 di DIY mencapai 1.381 dengan 117 orang meninggal dunia.

“Hanya tiga bulan ini saja sudah 117 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di DIY,” katanya.

Jumlah itu terdiri atas, Kota Jogja 135 kasus kecelakaan dengan 11 MD, Bantul 600 kasus 30 MD, Kulonprogo 123 kasus dengan 16 korban MD, Gunungkidul 132 kasus 12 orang MD dan Sleman 391 kasus yang mengakibatkan 48 orang MD.

“Sebagian besar kecelakaan ini selalu diawali dengan pelanggaran, seperti melawan arus, melanggar lampu bangjo, tidak memakai helm. Selain itu banyak juga anak di bawah umur yang sebenarnya belum boleh mengendarai motor tetapi dibiarkan [memakai motor] oleh orangtuanya,” katanya.