ITB Kembangkan Sawit Jadi Bahan Bakar Berkualitas

Petugas mengisin bahan bakar minyak (BBM) Shell Regular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, belum lama ini. - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
01 Mei 2019 08:29 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG--Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil kembangkan katalis perengkahan (cracking) minyak sawit menjadi bensin nabati.

Ketua program studi teknik Kimia ITB, I.G.B.N Makertihartha menjelaskan, bahan bakar nabati buatannya ini merupakan bensin berkualitas tinggi.

Diketahui bahan bakar nabati bersifat drop-in artinya bisa digunakan didalam mesin secara langsung tanpa dicampur dengan bahan bakar fosil.

"Minyak kelapa sawit yang sudah dihilangkan getahnya saja langsung kita gunakan, jadi biaya produksinya jadi lebih murah yang dibayangkan," ujar Makertihartha, Selasa (30/4/2019).

Bahan bakar bensin nabati memiliki oktan riset atau research octane number (RON) sekitar 100-120. Perolehan bensin melalui proses ini terbuat dari 50 persen massa dari kelapa sawit sebagai pancingannya.

Namun selain dijadikan bahan bakar bensin nabati juga menghasilkan LPG nabati dengan perolehan 20 persen massa. Inovasi yang dilakukan ini memberikan peluang untuk memenuhi bahan bakar bensin secara nasional.

"Yang kita kembangkan disini katalisnya hasil kerjasama penelitian kami yang dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit," tambahnya.

Makertihartha menuturkan, telah merancang sebuah pabrik utama untuk produksi bensin nabati dengan minyak kelapa sawit dengan kapasitas delapan ton per jamnya.

Ia mengklaim biaya untuk memproduksi bahan bakar bensin nabati ini lebih murah dibandingkan harga bensin yang beredar saat ini.

"Harganya skema bisnisnya agak berbeda tidak 100 persen menjual ini tetapi harus di blending [pencampuran] dan harganya jauh lebih murah dengan bensin yang dipasarkan sekarang," terangnya.

Sumber : Suara.com