Advertisement
Ibu Kota Bakal Dipindah, Kalteng Sudah Siapkan Lahan 300.000 Hektare
Kendaraann melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang di Jakarta, Minggu (16/4). - JIBI - Dwi Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, PALANGKARAYA - Rencana pemindahan ibu kota ke luar pulau Jawa direspons baik oleh pemerintah Kalimantan Tengah.
Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) jadi salah satu nominasi yang akan dijadikan ibu kota negara setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang membahas rencana pemindahan ibu kota ke luar pulau Jawa, pada Senin 29 April 2019.
Advertisement
Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Kalteng mulai melakukan persiapan, di antaranya menyiapkan lahan seluas sekira 300.000 hektare untuk keperluan rencana pembangunan ibu kota Indonesia.
“Kami sudah mulai mencadangankan lokasi untuk calon ibu kota seluas 300.000 hektare,” ujar Sekda Pemrov Kalteng Fahrizal Fitri saat dihubungi MNC Media, Selasa (30/4/2019).
Dia menjelaskan, lahan tersebut berada di daerah 'Segitiga', yakni meliputi sebagian daerah Kota Palangkaraya, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan. “Saat ini sudah kita amankan wilayah tersebut dan tinggal menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait pemindahan ibu kota ke Palangkaraya,” sambungnya.
Menurut Fitri, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyiapkan bagian tanggung jawab dari Pemprov Kalteng.
“Ke depan jika memang benar ibu kota akan dipindah ke Palangkaraya, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tutur dia tegas.
Sebelumnya dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, wacana pemindahan Ibu Kota mulai ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Salah satu yang menjadi wacana adalah terletak di Kalimantan.
Untuk diketahui Kota Palangkaraya saat ini masih menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Presiden Pertama RI, Soekarno pernah mengusulkan Palangka Raya atau Palangkaraya menjadi Ibu Kota Indonesia pada 1950-an.
Kala itu Palangkaraya dianggap cocok dijadikan pusat pemerintahan karena masih banyak lahan kosong yang siap digarap. Berbeda dengan Jakarta yang sudah terbentuk dan banyak simbol-simbol kolonial. Bahkan Soekarno batu melakukan pemancangan tiang pertama di Palangkaraya pada 17 Juli 1957.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah, SPPG Langsung Ditutup
Advertisement
Advertisement








