Rupiah Melemah ke Rp17.698 Dibayangi Sentimen Global
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ilustrasi televisi/JIBI-Dok
Harianjogja.com, JOGJA — Konglomerat media massa menanti berkah penyelenggaran pemilu pada tahun ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan.
Berdasarkan kinerja konglomerasi yang direkap Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari laporan keuangan diaudit per akhir Desember 2018, yakni grup MNC, grup Emtek dan grup Mahaka, maka kinerja MNC grup merupakan yang paling stabil dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT. Global Medicom Tbk. (BMTR) yang menorehkan pertumbuhan laba positif. Laba tahun berjalan keduanya yang berakhir pada 2018, masing-masing tumbuh 6,2% dan 28%.
Sementara itu, grup Mahaka dengan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) mencatatkan rugi 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi terbayar oleh kinerja PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4%.
Di sis lain grup Emtek dengan stasiun televisi PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) turut membukukan laba positif sebesar 11% dibandingkan pada akhir 2017.
Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan secara keseluruhan sektor media tahun ini diharapkan masih memberikan positive cash flow effect. Pasalnya sektor media sangat diuntungkan dengan datangnya momentum Pemilu. Namun, lanjut dia, sektor ini juga dibayangi sentimen negatif depresiasi nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi di bawa ekspektasi pasar.
Menurut Nafan harga saham MNCN akan mencoba menuju ke level 1020 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli. Serupa dengan MNCN, BMTR pada level 454 sudah tercapai dengan baik, tetapi Nafan belum memiliki rekomendasi terbaru untuk BMTR.
Selanjutnya, untuk MARI, Nafan melihat masih akan mencoba menuju ke level 308 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli.
Untuk kinerja sektor lainnya dari MNC Grup, Nafan melihat rata-rata harga sahamnya bergerak random dan belum memiliki rekomendasi.
Senada dengan Binaartha, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan kinerja emiten media sudah sewajarnya bergerak menghijau lantaran ceruk besar kepentingan masyarakat yang membutuhkan informasi dan publisitas. Tantangannya, lanjut dia, adalah persoalan efisiensi media yang mesti dijaga.
Di sisi lain, Nafan menilai, saham konglomerasi lainnya yang patut dicermati adalah ASII, BBCA, INDF, UNTR, ADRO, BSDE, HMSP, BWPT masih menarik untuk akumulasi beli.
Nafan menyebut, kinerja ASII masih akan cemerlang secara jangka panjang lantaran peningkatan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, energi tumbuh 48% dan segmen bisnis jasa keuangan tumbuh 28%; serta bisnis teknologi informasi tumbuh 5% akan mengencangkan kinerja fundamental ASII pada 2018. Hal tersebut melebihi dari penurunan performa dari segmen agribisnis (-27%), property (-28%) dan bisnis otomotif (-4%).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab mendorong tertib perizinan dan penguatan SOP program MBG.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.