Sensus Ekonomi 2026 Petakan Wajah Baru Ekonomi Indonesia
Sensus Ekonomi 2026 dinilai krusial memetakan ekonomi digital, usaha rumahan, dan lapangan kerja baru sebagai dasar kebijakan pembangunan nasional.
Ilustrasi televisi/JIBI-Dok
Harianjogja.com, JOGJA — Konglomerat media massa menanti berkah penyelenggaran pemilu pada tahun ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan.
Berdasarkan kinerja konglomerasi yang direkap Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari laporan keuangan diaudit per akhir Desember 2018, yakni grup MNC, grup Emtek dan grup Mahaka, maka kinerja MNC grup merupakan yang paling stabil dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT. Global Medicom Tbk. (BMTR) yang menorehkan pertumbuhan laba positif. Laba tahun berjalan keduanya yang berakhir pada 2018, masing-masing tumbuh 6,2% dan 28%.
Sementara itu, grup Mahaka dengan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) mencatatkan rugi 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi terbayar oleh kinerja PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4%.
Di sis lain grup Emtek dengan stasiun televisi PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) turut membukukan laba positif sebesar 11% dibandingkan pada akhir 2017.
Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan secara keseluruhan sektor media tahun ini diharapkan masih memberikan positive cash flow effect. Pasalnya sektor media sangat diuntungkan dengan datangnya momentum Pemilu. Namun, lanjut dia, sektor ini juga dibayangi sentimen negatif depresiasi nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi di bawa ekspektasi pasar.
Menurut Nafan harga saham MNCN akan mencoba menuju ke level 1020 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli. Serupa dengan MNCN, BMTR pada level 454 sudah tercapai dengan baik, tetapi Nafan belum memiliki rekomendasi terbaru untuk BMTR.
Selanjutnya, untuk MARI, Nafan melihat masih akan mencoba menuju ke level 308 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli.
Untuk kinerja sektor lainnya dari MNC Grup, Nafan melihat rata-rata harga sahamnya bergerak random dan belum memiliki rekomendasi.
Senada dengan Binaartha, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan kinerja emiten media sudah sewajarnya bergerak menghijau lantaran ceruk besar kepentingan masyarakat yang membutuhkan informasi dan publisitas. Tantangannya, lanjut dia, adalah persoalan efisiensi media yang mesti dijaga.
Di sisi lain, Nafan menilai, saham konglomerasi lainnya yang patut dicermati adalah ASII, BBCA, INDF, UNTR, ADRO, BSDE, HMSP, BWPT masih menarik untuk akumulasi beli.
Nafan menyebut, kinerja ASII masih akan cemerlang secara jangka panjang lantaran peningkatan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, energi tumbuh 48% dan segmen bisnis jasa keuangan tumbuh 28%; serta bisnis teknologi informasi tumbuh 5% akan mengencangkan kinerja fundamental ASII pada 2018. Hal tersebut melebihi dari penurunan performa dari segmen agribisnis (-27%), property (-28%) dan bisnis otomotif (-4%).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sensus Ekonomi 2026 dinilai krusial memetakan ekonomi digital, usaha rumahan, dan lapangan kerja baru sebagai dasar kebijakan pembangunan nasional.
Kimi Antonelli menjuarai GP Spanyol 2026 di Madrid setelah mengungguli Verstappen dan Norris. Ini hasil lengkap balapan F1.
Jadwal DAMRI Bandara YIA 14 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan dengan tarif promo Rp50.000 hingga September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 14 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.