Advertisement
Konglomerat Media Manfaatkan Pemilu untuk Dongkrak Kinerja Keuangan
Ilustrasi televisi - JIBI/Dok
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Konglomerat media massa menanti berkah penyelenggaran pemilu pada tahun ini untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan.
Berdasarkan kinerja konglomerasi yang direkap Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari laporan keuangan diaudit per akhir Desember 2018, yakni grup MNC, grup Emtek dan grup Mahaka, maka kinerja MNC grup merupakan yang paling stabil dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT. Global Medicom Tbk. (BMTR) yang menorehkan pertumbuhan laba positif. Laba tahun berjalan keduanya yang berakhir pada 2018, masing-masing tumbuh 6,2% dan 28%.
Advertisement
Sementara itu, grup Mahaka dengan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) mencatatkan rugi 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi terbayar oleh kinerja PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4%.
Di sis lain grup Emtek dengan stasiun televisi PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) turut membukukan laba positif sebesar 11% dibandingkan pada akhir 2017.
Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan secara keseluruhan sektor media tahun ini diharapkan masih memberikan positive cash flow effect. Pasalnya sektor media sangat diuntungkan dengan datangnya momentum Pemilu. Namun, lanjut dia, sektor ini juga dibayangi sentimen negatif depresiasi nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi di bawa ekspektasi pasar.
Menurut Nafan harga saham MNCN akan mencoba menuju ke level 1020 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli. Serupa dengan MNCN, BMTR pada level 454 sudah tercapai dengan baik, tetapi Nafan belum memiliki rekomendasi terbaru untuk BMTR.
Selanjutnya, untuk MARI, Nafan melihat masih akan mencoba menuju ke level 308 dalam jangka panjang dengan rekomendasi akumulasi beli.
Untuk kinerja sektor lainnya dari MNC Grup, Nafan melihat rata-rata harga sahamnya bergerak random dan belum memiliki rekomendasi.
Senada dengan Binaartha, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan kinerja emiten media sudah sewajarnya bergerak menghijau lantaran ceruk besar kepentingan masyarakat yang membutuhkan informasi dan publisitas. Tantangannya, lanjut dia, adalah persoalan efisiensi media yang mesti dijaga.
Di sisi lain, Nafan menilai, saham konglomerasi lainnya yang patut dicermati adalah ASII, BBCA, INDF, UNTR, ADRO, BSDE, HMSP, BWPT masih menarik untuk akumulasi beli.
Nafan menyebut, kinerja ASII masih akan cemerlang secara jangka panjang lantaran peningkatan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, energi tumbuh 48% dan segmen bisnis jasa keuangan tumbuh 28%; serta bisnis teknologi informasi tumbuh 5% akan mengencangkan kinerja fundamental ASII pada 2018. Hal tersebut melebihi dari penurunan performa dari segmen agribisnis (-27%), property (-28%) dan bisnis otomotif (-4%).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
Advertisement
BPHTB Bantul 2026 Dipatok Rp107,2 Miliar, PPAT Jadi Kunci Strategis
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Aturan AI Korea Selatan Berlaku, Pelanggar Bisa Didenda
- Gedung Baru RSUD Sleman Lima Lantai, Layanan Subspesialis Diperkuat
- PSSI Gandeng Kelme, Jersi Baru Timnas Meluncur Maret 2026
- JJLS Kulonprogo Masih Sepi Investor Besar
- Enam Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal Indonesia Masters 2026
- Ekonom Ingatkan Risiko Inflasi di Balik Larangan Impor 2026
- Kabar Meninggal Lula Lahfah Ramai di Medsos, Belum Ada Konfirmasi
Advertisement
Advertisement




