Dituduh PSI Tak Tegas ihwal Poligami, Sandi Enggan Menanggapi

Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno (kedua kiri) merayakan keberhasilan memanah sasaran saat melakukan safari politik di Sleman, Sabtu (23/3/2019). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
25 Maret 2019 21:07 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Sandiaga Uno tidak tegas bersikap soal poligami. Kritik itu dilontarkan setelah seorang mahasiswi meminta dijadikan istri kedua saat Sandi kampanye di Sleman, Jawa Tengah. Sandi enggan menanggapi kritikan itu.

"Hal-hal di luar ekonomi, saya tidak akan memberikan perhatian khusus dalam 20 hari ke depan," kata dia seusai kampanye terbuka di Gor Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/3/2019).

Sandi mengatakan para elite partai politik seharusnya tidak mengacaukan proses kampanye dengan pernyataan yang tidak berkaitan. Oleh karena itu, dia menolak memberikan tanggapan atau jawaban terhadap tudingan yang ditujukan oleh PSI.

"Pernyataan yang diucapkan oleh teman-teman dari partai pendukung Pak Presiden Jokowi saya tidak akan menanggapi," jelasnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswi di Sleman bernama Vincentia Tiffani, 20, mendadak mengajukan lamaran untuk jadi istri kedua Sandiaga Uno.

Juru Bicara PSI Rian Ernest menilai Sandi tak tegas soal poligami karena tidak memberi jawaban gamblang. Dia mengatakan sebuah studi di American University of Sharjah menyimpulkan poligami membuat perempuan menderita akibat merasa terabaikan dan cemburu.

Perempuan menjadi sering mengalami emosi negatif, seperti depresi, marah dan mengamuk, bahkan berbuah penyakit.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia