Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Terpangkas Versi Survei Kompas, Ini Tanggapan TKN

Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
20 Maret 2019 16:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Banyak survi menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin kian meninggalkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, surveu teranyar Litbang Kompas menunjukkan sebaliknya.

Survei Litbang Kompas menunjukkan ada penurunan elektabilitas Jokowi-Ma"ruf Amin. Di sisi lain, elektabilitas pasangan nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus menanjak

Pada Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma"ruf Amin tercatat sebesar 52,6%, sementara Prabowo-Sandi 32,7%, dengan 14,7persen responden merahasiakan jawaban. Namun, Maret ini selisih elektabilitas antara pasangan 01 dan pasangan 02 terpangkas dengan hanya tersisa 11,8 persen. 

Survei itu dilaksanakan sebelum salah satu petinggi TKN yang juga Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan atas dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan hasil survei Litbang Kompas akan membuat pihaknya bekerja lebih keras dalam memenangi Pilpres 2019.

Dia mengaku optimistis  pasangan 01 akan menang Pilpres 2019 mengacu pada hasil survei Litbang Kompas yang dikeluarkan hari ini.

"Tentu (hasil survei) ini semakin melecut kami untuk bekerja secara sungguh-sungguh dalam memenangkan pasangan kami,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Ace mengatakan bahwa survei itu  belum memotret debat ketiga. Ace menyampaikan TKN selalu melihat semua hasil survei dengan objektif, tidak apriori termasuk hasil survei Litbang Kompas. 

"Kalau dilihat lebih cermat hampir semua lembaga survei memprediksi keunggulan palson 01. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah selisihnya. Selisih tertinggi sekitar 20-an persen sampai selesih terendah 10-an," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia