Korban KM Virgo Ditemukan, Jasa Raharja Bayarkan Santunan Rp852 Juta
Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan Rp852 juta kepada 14 korban KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi.
Ilustrasi hiu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JEPARA--Puluhan ikan hiu indukan di penangkaran Pulau Menjangan Besar Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj), Jawa Tengah mati. Penyebab kematian hiu berusia 40 tahun itu kini masih didalami pihak BTNKj.
Berikut Suara.com merangkum beberapa fakta di balik matinya puluhan ikan hiu di penangkaran BTNKj.
1. Air Keruh Diduga Jadi Penyebab
Matinya puluhan ikan hiu pertama kali ditemukan oleh penjaga keramba di penangkaran milik Minarno atau Cun Ming pada Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 5.30 WIB. Dari hasil pengamatan, air di keramba tempat hiu dibudidayakan berwarna kuning atau keruh.
Air kolam yang tercemar itu diduga menjadi penyebab matinya 40 hingga 45 ekor ikan hiu. Dalam kolam itu pun tak hanya ikan hiu saja yang mati, melainkan ada ikan lain seperti badong, kerap dan jenis lainnya.
“Saat itu Hiu yang dijumpai mati sekitar 40 hingga 45 ekor dan dua ekor masih bisa diselamatkan dengan memindahkan ke keramba lainnya,” kata Kepala BTNKj Agus Prabowo.
2. Bangkai Hiu Dibakar
Usai ditemukan mati, hiu-hiu itu pun dikumpulkan di lahan yang luas kemudian dibakar oleh pemiliknya. Pembakaran ikan hiu dilakukan untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan dari bangkai ikan hiu.
Namun, sebelum dibakar, pemiliknya yakni Cun Ming mengambil sampel air dan daging hiu untuk diteliti di laboratorium ikan di Jepara. Sehingga penyebab kematian ikan hiu secara mendadak dan massal itu dapat terungkap.
3. Ditangani Polisi
Usai penemuan puluhan ikan hiu mati mendadak, Cun Ming langsung melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Fenomena matinya puluhan ikan di zona budidaya BTNKj pun menjadi perhatian serius.
Pihak kepolisian memastikan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap fenomena ini. Hingga kini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian hiu secara mendadak.
“Jika ditemukan adanya hal mencurigakan atas matinya ikan maka pengusutan dapat ditingkatkan menjadi penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jawa tengah Kombes Agus Triatmadja.
4. Wisata Ditutup
Penangkaran ikan hiu di kawasan BTNKj awalnya dijadikan sebagai tempat wisata. Para wisatawan yang hadir di tempat itu bisa menikmati berenang bersama puluhan ikan hiu.
Namun sejak 8 Juni 2018, melalui surat Kepala Balai Nomor S.182/T.34/TU/GKM/6/2018, memerintahkan kepada pemilik untuk menghentikan kegiatan wisata alam di lokasi tersebut. Pasalnya, tempat wisata ini pernah menelan korban wisatawan yang digigit oleh ikan hiu saat berenang bersama hiu jinak.
“Sekarang ditutup, atraksi ini pernah menyebabkan korban yakni pada 13 Maret 2016, seorang pengunjung bernama Nur Madina asal Jogja mengalami gigitan pada saat berenang,” ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan Rp852 juta kepada 14 korban KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
OJK mencabut izin usaha 15 BPR dan BPRS hingga September 2026. Simak daftar bank, lokasi, serta mekanisme penanganan nasabah.
Cek bansos September 2026 melalui kanal resmi Kemensos. Simak cara cek PKH, BPNT, dan mekanisme penerima BLT Kesra Rp900.000.