Advertisement
Menristekdikti: Jangan Nyoblos Dua, Satu Saja
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mencoba salah satu alat di Laboratori Terhubung berbasis teknologi simulasi canggih yang dilengkapi kemampuan Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR), di UGM, Rabu (28/11/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG--Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir meminta mahasiswa menggunakan hak pilihnya dengan baik saat Pemilu pada April mendatang. Ia meminta mahasiswa mencoblos satu, bukan dua.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasir sebelum menutup pidato ilmiahnya di hadapan civitas academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2019). "Jangan 'nyoblos' dua. Kalau 'nyoblos' dua itu batal, 'nyoblos' satu saja," kata Nasir seperti diberitakan Antara.
Advertisement
Dalam kesempatan itu, Nasir juga mengimbau pada dosen dan mahasiswa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan jangan sampai golput dalam pemilu.
Menurutnya, golput akan merusak sendi-sendi demokrasi yang sudah dibangun bersama. "Pilih sesuai hati nurani, jangan sampai golput," katanya.
BACA JUGA
Nasir menerangkan, pada 2019 merupakan tahun politik. Menristekdikti meminta kampus jangan sampai dijadikan ajang permainan politik.
Ia juga meminta para mahasiswa aktif mengecek daftar pemilih dalam pemilu sehingga pada tanggal 19 April nanti bisa menggunakan hak pilihnya.
Untuk diketahui, Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon. Yakni pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : suara.com, antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 Februari 2026, Lengkap dari Palur-Tugu
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Gempa Pacitan M 6,4 Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Jogja
- BMKG Catat Gempa Pacitan M6,4, Tak Menimbulkan Tsunami
- Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Ganggu KA Lodaya Jalur Selatan
- BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pacitan M6,2 Dipicu Subduksi
- DIY di Jalur Aktif Bumi: Mengapa Gempa Bumi Kerap Mengguncang Jogja
- 247 Guru Honorer Bantul Belum Diangkat P3K Paruh Waktu
- Pemkab Bantul Siapkan Rp2,4 Miliar Tangani Dampak Bencana di 14 Titik
Advertisement
Advertisement



