Paus Leo XIV Kunjungi Spanyol, Soroti Migrasi dan Perdamaian

Newswire
Newswire Sabtu, 06 Juni 2026 22:17 WIB
Paus Leo XIV Kunjungi Spanyol, Soroti Migrasi dan Perdamaian

Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat sebagai Paus terpilih ke-267 dengan nama Paus Leo XIV menyapa ribuan umat Katolik yang berkumpul di alun-alun Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (8/5/2025) waktu setempat. (ANTARA/Vatikan Media/aa.)

Harianjogja.com, MADRID—Paus Leo XIV memulai kunjungan resmi selama sepekan ke Spanyol pada Sabtu (6/6/2026). Dalam lawatan pertamanya ke negara besar anggota Uni Eropa di luar Italia, pemimpin Gereja Katolik itu membawa agenda yang berfokus pada isu migrasi, perdamaian, dialog, dan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena menjadikan Paus Leo XIV sebagai paus pertama yang mengunjungi Spanyol dalam 15 tahun terakhir. Rangkaian agenda hingga 12 Juni mendatang akan berlangsung di Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary.

Setibanya di Spanyol, Paus Leo XIV disambut oleh Felipe VI, Letizia, serta Pedro Sanchez.

Lawatan tersebut menjadi kunjungan pertama Paus Leo XIV ke salah satu negara besar Uni Eropa di luar Italia sejak memulai masa kepausannya. Kunjungan ini juga dipandang sebagai gambaran awal arah kepemimpinan Leo XIV yang menempatkan isu kemanusiaan dan perdamaian sebagai prioritas utama.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian akan berlangsung di Kepulauan Canary, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama migran dari Afrika Barat menuju Eropa.

Di kawasan tersebut, Paus Leo XIV dijadwalkan bertemu para migran, pekerja kemanusiaan, serta keluarga korban yang meninggal dunia saat mencoba menyeberangi Samudra Atlantik menuju Eropa.

Kunjungan ke Kepulauan Canary juga memiliki makna simbolis tersendiri karena merupakan rencana yang sebelumnya ingin diwujudkan oleh mendiang Paus Fransiskus. Namun, rencana itu tidak terlaksana akibat kondisi kesehatan yang terus menurun sebelum wafat.

Menurut laporan Vatican News, salah satu migran yang dijadwalkan menyambut Paus Leo XIV adalah Ousseynou Fall, warga Senegal yang selamat dari perjalanan laut berbahaya menuju Gran Canaria pada 2020.

Dalam perjalanan tersebut, Ousseynou berhasil bertahan hidup, sementara saudaranya meninggal dunia saat melakukan penyeberangan.

Selain bertemu para migran, pemimpin umat Katolik sedunia itu juga memiliki sejumlah agenda penting lainnya selama berada di Spanyol.

Paus Leo XIV dijadwalkan menyampaikan pidato di parlemen Spanyol, yang akan menjadi pidato pertama seorang paus di lembaga legislatif tersebut.

Ia juga akan mengunjungi sebuah penjara di wilayah Catalonia dan menghadiri upacara di Sagrada Familia untuk menandai selesainya pembangunan Menara Yesus Kristus di basilika ikonik tersebut.

Dalam perjalanan dari Roma menuju Spanyol, Paus Leo XIV turut menyinggung isu pelecehan seksual yang melibatkan rohaniwan di lingkungan Gereja Katolik.

Ia menyebut persoalan tersebut sebagai "luka yang masih terbuka" dan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan upaya pemberantasan kasus-kasus serupa.

"Saya akan menerima beberapa korban. Sayangnya, tidak mungkin menerima semuanya," kata paus, seraya menegaskan bahwa ia berencana bertemu para penyintas pelecehan dalam kunjungan tersebut.

Spanyol terakhir kali menerima kunjungan seorang paus pada 2011 saat Paus Benediktus XVI menghadiri World Youth Day 2011 di Madrid. Kunjungan Paus Leo XIV kali ini pun menjadi momentum penting yang tidak hanya menandai kembalinya lawatan kepausan ke Spanyol setelah 15 tahun, tetapi juga memperlihatkan fokus Vatikan terhadap isu migrasi, dialog, dan perlindungan kelompok rentan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online