Kubu Prabowo: Tantangan Sumpah Pocong Wiranto Primitif & Tak Perlu Dilayani

Menkopolhukam Wiranto (kiri) - Antara/Aprillio Akbar
27 Februari 2019 20:35 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Prabowo Subianto tidak akan meladeni tantangan sumpah pocong yang diajukan Wiranto untuk membuktikan siapa yang berada di balik kerusuhan 98.

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengatakan Prabowo Subianto siap untuk melayani  permintaan Menko Polhukam Wiranto yang ingin buka-bukaan soal kerusuhan 1998. Namun, Prabowo hanya akan melayaninya di pengadilan mana pun.

Menurut Nizar, masyarakat Indonesia sudah cerdas dan memahami kasus kerusuhan 98 sehingga tidak perlu ada ajakan sumpah pocong untuk membuktikan dalang di balik tragedi yang menjatuhkan rezim Orde Baru tersebut. Dia menilai ajakan sumpah pocong dari Wiranto terhadap mantan Kepala Staf Kostrad  Kivlan Zein dan Prabowo merupakan pikiran primitif yang tidak perlu dilayani.

"Publik sudah cerdas, siapa yang benar dan siapa yang salah. Waktu itu posisi Wiranto adalah Panglima ABRI. Maka tidak masuk akal jika Wiranto tidak mengetahui operasi tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/2019).

Sebagai panglima dan berdasarkan rantai komando, kata Nizar, Wiranto orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya tragedi 98. Dirinya juga menilai sumpah pocong itu inkonstitusional tidak ada dalam konstitusi.

"Sehingga solusinya lebih baik lewat pengadilan HAM dan Prabowo siap untuk itu."

Sebelumnya, Wiranto mengajak Prabowo dan Kivlan untuk melakukan sumpah pocong guna membuktikan tudingan keterlibatan dalam kerusuhan 1998. 

Wiranto menyampaikan hal itu untuk merespons pernyataan mantan kepala Staf Kostrad Kivlan Zein yang menudingnya sebagai dalang kerusuhan 1998.

"Wiranto tidak perlu panik sampai-sampai harus mengajak sumpah pocong. Itu pemikiran primitif. Akan lebih bijak jika Wiranto membawa kasus ini ke ranah hokum saja," kata Nizar. Jika Wiranto tetap ingin sumpah pocong, maka mantan Panglima ABRI era Soeharto itu bisa melakukannya sendiri, tidak perlu mengajak Prabowo dan Kivlan.

"Untuk sumpah pocong, Pak Prabowo tidak akan melayaninya,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia