Nusron Wahid Mangkir Dipanggil KPK, MAKI Endus Perjalanan ke Malaysia
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemeberantasan Korupsi ( KPK ) hanya sebagai ajang unjuk gigi kepada masyarakat. Dengan OTT yang melibatkan pejabat publik, Hamdan menyebut masyarakat selalu memberikan dukungan kepada KPK.
Menurut Hamdan, KPK bekerja berdasarkan tepuk tangan masyarakat. "Ketika melakukan OTT semua media diundang dan yang melakukan OTT itu ditepuk tangan oleh masyarakat. Jadi bagi saya ini bahaya bagi keadilan. Bukan menegakkan keadilan, malah berharap ditepuk tangani gitu lho," kata Hamdan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).
Meski demikian Hamdan memahami jika niatan KPK mempublikasi seluruh hasil OTT agar masyarakat jera dan berpikir dua kali untuk melakukan korupsi. Namun yang terjadi saat ini kata dia, pelaku korupsi tak kunjung berkurang dari tahun ke tahun.
"Tapi pertanyaannya ada nggak orang berhenti melakukan korupsi? Ini sudah dari 2004, sekarang ini sudah 2019. Sudah 15 tahun enggak ada perubahan juga. Kapan ini berhenti menangkap orang dalam OTT? Artinya efek itu nggak ada pengaruhnya," jelasnya.
Sebagai orang yang ikut terlibat dalam pembuatan Undang Undang KPK, Hamdan mengimbau pemberantasan korupsi tidak semuanya harus dilakukan dengan OTT.
KPK kata dia, harus mengedepankan pencegahan sejak dini, melalui sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat. "Kita memberantas korupsi tidak haris dengan cara itu [OTT], tapi memperkuat pencegahan, transparansi publik dalam mengambil keputusan dan sosialisasi secara terus menerus. Dari awal-awal diwarning hei anda salah seperti itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Boyamin Saiman dari MAKI menduga Nusron Wahid berada di Malaysia saat mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan korupsi di ATR/BPN.
Persebaya ditahan PSS Sleman 2-2 di Stadion GBT. Bernardo Tavares kecewa gagal meraih tiga poin dan Ernando Ari menyampaikan belasungkawa.
Kerusuhan Prancis pada 17 Oktober berdampak pada 1.500 gerai ritel, dengan kerugian sektor perdagangan diperkirakan ratusan juta euro.
Palangka Raya memperpanjang status darurat karhutla hingga 9 November 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan terdampak kabut asap.
Paus Leo XIV kembali tampil di Vatikan setelah operasi paru-paru. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru-paru.
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.