Belum Sah Masuk Parpol, BTP: PDIP Harus Menang Telak

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan warga atau "blusukan" setelah bebas dari rumah tahanan Mako Brimob Depok pada 24 Januari. JIBI/BISNIS - Feni Freycinetia
31 Januari 2019 14:37 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Beberapa hari pasca kebebasannya dari rutan Mako Brimob, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) mengunjungi markas pemenangan PDI Perjuangan (PDIP) di kawasan Meruya, Jakarta Barat. Dengan terang-terangan ia menyampaikan dukungan untuk parpol moncong putih itu kendati ia sendiri belum secara sah bergabung.

BTP datang dengan mengenakan kaus berwarna merah bertuliskan nama salah satu caleg dari partai banteng, Ima Mahdiah. Setelah berhari-hari bungkam, BTP akhirnya buka suara mendukung agar PDIP mengulang kejayaan pada saat tumbangnya Orde Baru pada Pemilu 1999.

"PDI Perjuangan harus menang telak. 1999 itu PDIP masa kejayaannya bisa dapat kursi 33 persen. Kalau cuma 20 persen capek, kasihan Bu Mega [Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri]," kata BTP di hadapan kader PDIP, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, harus ada satu partai nasionalis yang memimpin pemerintahan atau setidaknya menjadi partai penguasa koalisi besar di pemerintahan. Jika memungkinkan, PDIP harus memperoleh sepertiga dari total kursi di DPRD dan DPR RI.

Karena itu, BTP  menyemangati kader-kader PDIP untuk memenangkan caleg di daerahnya masing-masing. Dalam kesempatan itu, Ahok mendukung atau "endorse" dua caleg PDIP yaitu Ima Mahdiah dan Charles Honoris.

Ima merupakan caleg nomor 4 DPRD DKI Jakarta untuk Dapil 10 sekaligus staf BTP selama memimpin DKI Jakarta. Sementara itu, Charles Honoris caleg nomor 2 DPR-RI untuk Dapil DKI Jakarta 3. Dia merupakan bendahara dalam Tim Pemenangan Ahok (BTP)-Djarot pada Pilgub DKI 2017.

Meski secara terang-terangan mendukung PDIP,  BTP  masih enggan menanggapi kabar bahwa dirinya bakal merapat ke parpol tersebut. "Saya memang memiliki kedekatan sejak lama dengan PDIP. Hampir 21 bulan saya ditahan [penjara] sekarang saya mau jalan-jalan," ujar BTP sambil tertawa.

Walapun secara gamblang mendukung PDIP, dia sama sekali tak menyinggung soal Pemilihan Presiden 2019. Tak ada ucapan yang menunjukkan bahwa dirinya ingin memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sumber : bisnis.com