Advertisement
Tim Prabowo - Sandi Dorong Kampus Gelar Bedah Program Capres Cawapres
Ilustrasi pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Tim Pemenangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Prabowo - Sandi mengapresiasi pelaksanaan bedah program Capres yang digelar Fisipol UGM. Kegiatan serupa didorong untuk bisa digelar di kampus lain dengan kemasan diskusi dari berbagai pihak sehingga program para kandidat capres cawapres bisa tersosialisasikan.
Dalam talkshow di UGM yang digelar Rabu (30/1/2019), menghadirkan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, antara lain Trimedya Panjaitan dan Arsul Sani. Sedangkan BPN Prabowo-Sandi diwakili oleh Surya Imam dan Bambang Widjojanto. Adapun tema diskusi tersebut yaitu Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi.
Advertisement
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Sudirman Said mengatakan, kegiatan bedah program capres cawapres itu merupakan kegiatan ilmiah yang positif. Karena dengan diskusi itu kalangan akademisi hingga maayarakat umum mendapatkan sosialisasi secara langsung terkait berbagai program yang dimiliki capres.
"Meskipun kandidat tidak bisa hadir secara langsung, diwakilkan oleh tim masing-masing. Tetapi bisa lebih mengelaborasi gagasan program yang ditawarkan oleh kandidat. Karena personel yang dikirim ini termasuk yang ikut merencanakan program," terang dia dalam rilisnya, Rabu (30/1/2019).
BACA JUGA
Sudirman menambahkan, ajang sosialisasi program kedua capres bisa lebih efektif. Apalagi waktu yang disediakan lebih panjang daripada debat resmi para kandidat. Selain itu para akademisi dan pakar bisa mengkritik secara langsung sekaligus memberikan berbagai masukan terhadap program Capres Cawapres. "Ini pendidikan politik yang positif untuk masyarakat," ujarnya.
Oleh karena itu, Sudirman menilai kegiatan serupa harusnya ditiru kampus lain sehingga masyarakat bisa mengetahui program kedua kandidat. Sehingga ruang diskusi ilmiah terkait visi misi capres cawapres bisa terbuka lebar. Sebaiknya kampus tidak menutup diri dengan diskusi serupa, karena dengan itu pikiran kandidat mendapatkan ujian ilmiah dari para akademisi.
"Sehingga para kandidat ini mendapat masukan secara langsung dari akademisi bahkan masyarakat umum. Sebaiknya kampus-kampus besar lainnya meniru kegiatan ini. Karena ini bisa berdampak baik dalam penyelenggaraan pilpres," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah Hari Ini
- Bupati Tulungagung Pakai Surat Pernyataan Mundur untuk Peras Pejabat
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
Advertisement
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Harga Plastik Naik, Momentum Kurangi Kantong Sekali Pakai
- Film Rumah Ketigaku Soroti Kerentanan Pekerja Migran
- Agar Kuat Tawaf dan Sai, Calon Haji Wajib Latihan Ini
- Atalanta vs Juventus Skor 0-1, Si Nyonya Tua Naik Peringkat Keempat
- Banjir dan Pohon Tumbang Terjang Jogja Usai Hujan Lebat
- Google Disanksi, Komdigi Beri Waktu 7 Hari Patuhi Aturan Anak
- Innova Oleng Tabrak Truk di Jalan Jogja-Solo, Sopir Luka Parah
Advertisement
Advertisement








