FEATURE: Rehab Pasar Prawirotaman, Harapan untuk Memadukan Kemasan Modern & Tradisional

Pasar Prawirotaman akan direhab agar lebih nyaman. - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
27 Januari 2019 12:25 WIB Rheisnayu Cyntara News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Seakan tak mau tertinggal dalam berkompetisi dengan pasar modern, pasar-pasar tradisional di Jogja kini mulai berbenah. Sebut saja Pasar Prambanan yang kini sudah dibangun menjadi tiga lantai dan dilengkapi dengan eskalator bak di supermarket. Pasar Prawirotaman menjadi target selanjutnya. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Rheisnayu Cyntara.

Klakson mobil bersahutan dengan decit rem sepeda motor yang ditarik tiba-tiba. Kepadatan di depan pertigaan Jalan Prawirotaman 2 diperparah dengan berhentinya bus kuning lusuh jurusan Parangtritis yang tak bisa maju. Jika sudah begitu, petugas parkir berbaju oranye pun harus turun tangan. Menyeberangkan motor bermuatan sayur yang baru keluar dari pasar sambil sedikit demi sedikit mengurai kemacetan yang terjadi. Umpatan dari pengguna jalan menjadi hal yang lumrah didengar di depan Pasar Prawirotaman sepagi ini, saat Matahari sepenggalah.

Pasar yang tak mempunyai lahan parkir khusus tersebut menggunakan badan jalan untuk tempat parkir sepeda motor, becak, bahkan juga mobil. Tak hanya itu, barang-barang dagangan juga dibongkar muat di badan jalan. Padahal Jalan Parangtritis menjadi salah satu jalan utama menuju Bantul. Bus pariwisata dan mobil pribadi pun banyak yang lalu lalang. Tak ayal lagi, kemacetan menjadi hal yang tak bisa dihindari setiap pagi.

Kemacetan bukan satu-satunya masalah. Buruknya manajemen sampah membuat trotoar tepat di depan pasar kerapkali dipakai membuang sayur dan buah yang membusuk. Di bawah becak-becak yang parkir menunggu penumpang, cabai dan tomat busuk berbaur dengan air comberan bekas hujan semalam. Pembeli terkadang harus berjingkat-jingkat saat lewat, sambil menjinjing belanjaan yang cukup berat. Bangunan pasar juga tak luput dari kekurangan, atap pasar yang terbuat dari seng sudah banyak koyak. Bahkan beberapa tandon air penyangga pun sudah banyak yang tak prima. Belum lagi lantai pasar yang sudah pecah di sana sini. Pembeli harus benar-benar hati-hati agar tak tersandung atau terperosok saat berjalan.

Dengan kondisi tersebut, bagaimana saat musim hujan seperti saat ini?

Waah mboten trocoh malih, banjir. Malah mriki niki saged ngge ngingu iwak [Bukan lagi bocor, banjir. Tempat ini malah bisa untuk memelihara ikan],” ujar Isminarti, pedagang bakmi pentil yang menggelar dagangannya tepat di pinggir jalan masuk utama sambil menunjuk lantai di sampingnya berjualan saat ditemui Harian Jogja, Sabtu (26/1/2019). Tempat berjualannya yang lebih rendah dibandingkan jalan masuk pasar membuat air mudah tergenang. Mereka yang berjualan di los, menurut Is bisa sedikit bernapas lega karena tak mengalami nasib yang sama dengannya. Hanya sedikit terciprat air atau tertetes hujan dari sela-sela seng yang koyak.

Hal senada disampaikan Mbok Sum, pedagang cenil, lupis, tiwul, dan gatot yang berjualan persis di samping Is. Kebersihan dan kenyamanan saat berjualan jadi hal yang ia keluhkan. Padahal pasar tradisional selalu mengangkat slogan Pasare Resik, Rejekine Apik yang bermakna jika pasar bersih maka rezeki yang didapatkan pedagang pun juga memuaskan. “Sakniki kan pasar-pasar liane pun apik. Prawirotaman tasih ngeten mawon [Pasar lain sudah bagus. Pasar Prawirotaman masih seperti ini saja],” ujarnya sambil mengedarkan pandang ke sekeliling.

Harapan Renovasi

Ketika rencana revitalisasi Pasar Prawirotaman digaungkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, Mbok Sum menjadi orang yang sangat menyambut baik. Bahkan ia sudah sangat siap untuk berpindah tempat untuk sementara waktu ke lahan yang sudah disiapkan. Berkisah tentang rencana perpindahan pedagang dan pembangunan Pasar Prawirotaman membuat wajahnya tampak semringah. Ia bahkan bisa menjelaskan dengan sangat baik bagaimana desain pasar nantinya jika sudah selesai dibangun.

Mangke enten bawah tanahe Nduk, ngge parkir. Kulo mangke ten tingkat tigo, tingkat setunggal kalihan kalih ngge sembako kalih sayuran [Nanti ada lahan di bawah tanah untuk parkir. Saya di lantai ketiga. Lantai pertama dan kedua untuk berjualan kebutuhan pokok dan sayuran],” katanya.

Hampir semua pedagang Pasar Prawirotaman bisa menjelaskan dengan baik saat ditanya tentang rencana revitalisasi pasar. Begitupun dengan mereka yang berjualan di luar bangunan pasar. Salah satunya Winarti, penjual buah di depan pasar yang sudah berjualan sejak 2001. Menurut dia semua pedagang yang memiliki izin berjualan resmi sudah didata untuk penyiapan lahan pengganti yang letaknya tak jauh ke selatan. Ketika semua sudah siap, Maret mereka harus sudah boyongan karena pembangunan segera dimulai. Win mengaku tak keberatan harus pindah sementara waktu atau hingga 2020 nanti. Sebab, ia merasakan betul betapa repotnya saat harus berjualan dalam kondisi hujan. Tempias air bisa membuat buah-buahan yang ia jual mudah busuk.

Tujuane kan ben pasar niki mboten kalah. Pasare kados supermarket. Luwih ketata, apik. Nopo malih sik belanja ten mriki kathah, soale rame cedak dalan strategis [Tujuannya agar pasar ini tidak kalah dengan pasar lain. Pasar ini seperti supermarket. Lebih tertata, bagus. Apalagi yang belanja banyak kerana di sini letaknya strategis],” ujar dia.

Maret mendatang total akan ada 619 pedagang Pasar Prawirotaman yang direlokasi untuk sementara waktu. Rehab Pasar Prawirotaman akan dikerjakan dalam satu tahap. Pembangunan tersebut dijadwalkan dimulai pada 2019 selama kurun waktu setidaknya satu tahun sehingga pada 2020 pasar sudah bisa beroperasi kembali dengan tampilan berbeda.

Konsep Berbeda

Kepala UPT Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Riswanti mengakui saat sudah selesai dibangun, lantai teratas Pasar Prawirotaman akan menjadi kewenangan pengelolaannya. Lantai teratas tersebut dikonsep menjadi sebuah ruang untuk pusat kuliner dan coworking space. Berdasarkan rancangan yang ada, konsepnya sebagian indoor dan sebagian lainnya outdoor.

“Prawirotaman dari segi bisnis sangat potensial. Ada segmen anak muda dan juga wisman. Pemandangan dari rooftop juga pasti akan sangat menarik sehingga konsep ini menurut kami sangat cocok diterapkan,” ujar dia.

Menurut Riswanti, setelah renovasi konsep yang berbeda akan diterapkan di Pasar Prawirotaman yakni bussiness like. Artinya pasar tidak hanya menjadi tempat penjual dan pembeli bertemu untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengedepankan kemasan modern dan dikelola dengan profesional.

Lantai teratas akan dirancang ala foodcourt kekinian seperti kafe. Namun, tradisionalitas Prawirotaman tak akan ditinggalkan. Kuliner khas seperti wedang jahe dan bajigur tetap akan mendapatkan tempat. Begitu pula dengan kudapan khas Jogja lainnya.

Coworking space yang akan kami miliki juga pasti akan menyesuaikan dengan konsep ini. Tak lantas bisa dikomersialiasasi seperti coworking space yang dikelola oleh swasta,” kata Riswanti.

Dia mengharapkan pilot project  ini dapat sukses diterapkan pada pasar-pasar tradisional lainnya agar mampu bersaing dengan pasar modern atau bahkan tempat kongko kekinian yang kini makin menjamur di Jogja.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No.64/2018 yang memasukkan rencana rehabilitasi Pasar Prawirotaman dalam anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dana yang dialokasikan untuk rehabilitasi mencapai Rp75 miliar. Dengan dana sebesar itu dan konsep integrasi antara pasar dan tempat nongkrong, pasar yang terletak di Jalan Parangtritis ini digadang-gadang bakal menyaingi Pasar Beringharjo.