Dana Desa Dijamin Naik Tiap Tahun

Diskusi Praktik Penggunaan Dana Desa di Balai Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
26 Januari 2019 19:05 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja,com, JAKARTA—Pemerintah memastikan alokasi dana desa meningkat setiap tahun, berdasarkan kemampuan keuangan negara dan implementasi dana desa di desa.

Sejak 2015, pemerintah telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp258 triliun, dan dalam kurun waktu empat tahun pertama hingga 2018, dana desa telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Ini terlihat dari dengan semakin banyaknya infrastruktur perdesaan yang telah dibangun dari dana desa berupa 191,6.000 kilometer (km) jalan desa; 1.140,4 km jembatan desa; 9.000 pasar desa; 4.175 embung desa; 24.800 posyandu; 959.600 sarana air bersih; 240.600 sarana MCK; 9.692 polindes; 50.900 unit PAUD; dan 29,5 juta drainase.

Kementerian Keuangan juga menyatakan dana desa telah berhasil meningkatkan status 6.518 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan meningkatkan status 2.665 desa berkembang menjadi desa mandiri.

“Jadi kita telah mencapai cukup banyak,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (25/1/2019).

Pemerintah juga terus mengevaluasi penerapan dana desa. Menurut Sri Mulyani, terdapat beberapa perubahan penting pada alokasi transfer ke daerah dan dana desa pada 2019. Alokasi dana alokasi umum (DAU) kembali bersifat final sehingga lebih menjamin daerah dalam hal kepastian sumber pendanaan bagi APBD. Adapun dana alokasi khusus (DAK) fisik berdasarkan usulan daerah dengan lebih memprioritaskan daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan transmigrasi. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia