Tiap Tahun, Pemerintah Tambah Utang Rp452,4 Triliun

Ilustrasi utang - Istimewa
23 Januari 2019 23:25 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Rasio utang pemerintah pada 2018 menembus 29,98% atau hampir melewati 30% dari produk domestik bruto (PDB). Secara rata-rata, tiap tahun pemerintah menambah utang sebesar Rp452,4 triliun.

Berdasarkan data APBN Kita yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (23/1/2019), total utang Pemerintah Pusat sebanyak Rp4.418,3 triliun. Dengan total perkiraaan PDB pada angka Rp14.735,8 triliun angka rasio utang sedikit lebih baik dibandingkan dengan realisasi September 2018 yang tembus di atas 30%, meskipun naik jika dibandingkan dengan 2014 yang berada pada kisaran 25% dari PDB.

Jika dilihat secara kimulatif, sejak 2014 (dihitung dari akhir pengelolaan APBN 2014) yang posisi utangnya berada pada angka Rp2.608,78 triliun, posisi utang pemerintah pusat empat tahun terakhir bertambah Rp1.809,6 triliun. Artinya kalau diambil rata-rata tiap tahun pemerintah menambah utang sebesar Rp452,4 triliun.

Adapun, komposisi utang pemetintah masih didominasi oleh surat berharga negara senilai Rp3.612,69 triliun atau 81,77% dari total keseluruhan utang dengan SBN berdenominasi rupiah sebesar Rp2.601,6 triliun dan denominasi valas sebesar Rp1.011 triliun.

Sementara itu utang dalam bentuk pinjaman sebesar Rp805,6 triliun atau 18,23%. Utang dalam bentuk pinjaman ini terdiri dari pinjaman luar negeri senilai Rp799 triliun dan pinjaman dalam negeri senilai Rp6,57 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia