DEBAT PILPRES: Pandangan HAM Jokowi-Ma'ruf Lebih Maju

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto
18 Januari 2019 10:57 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pandangan hak asasi manusia (HAM) pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dinilai lebih lebih maju dibandingkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Penasehat Senior IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice) Gunawan mengatakan, pandangan Jokowi-Ma'ruf lebih maju utamanya dalam hal hak ekonomi sosial dan budaya. Hal itu dikatakannya setelah menyaksikan debat capres 2019 putaran pertama yang berlangsung di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam.

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (18/1/2019), Gunawan menuturkan pengalaman menunjukan pemenuhan HAM dengan menitikberatkan pada anggaran negara lebih tepat dilakukan di negara industri maju, kuat APBN-nya, dan kurangnya kekayaan alam. Sedangkan, di negara agraris seharusnya bertumpu pada redistribusi sumberdaya produktif.

Oleh karenanya, menurut Gunawan, kurang tepat jika Prabowo Subianto dalam melindungi HAM, memberantas korupsi dan perbaikan kinerja birokrasi menitikberatkan pada peningkatan anggaran, gaji dan investasi, sehingga menambah berat beban APBN di tengah perekononian dunia yang penuh tantangan akibat krisis dan perang komoditas.

“Lebih tepat semestinya redistribusi sumber daya produktif berupa sumber sumber agraria khususnya redistribusi tanah. Presiden Jokowi menyebutnya sebagai akses kepada lahan,” tukas Gunawan.

Dia menambahkan Jokowi sesungguhnya masih ada waktu untuk merealisasikan Inpres Moratorium Sawit dan Perpres Reforma Agraria dalam rangka redistribusi tanah kepada rakyat dan memperkuat perkebunan rakyat.

Sumber : Bisnis.com