Rupiah Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ditopang PMI Manufaktur
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 beregister PK-LQP di apron bandara. /Jetphotos
Harianjogja.com, JAKARTA--Penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) milik pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang mendapat respon positif dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Menhub mengatakan penyelidikan data dalam CVR butuh waktu satu tahun.
Budi Karya mengapresiasi prestasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) yang berhasil menemukan alat perekam audio tersebut.
"Saya mengapresiasi apa yang ditemukan oleh KNKT bersama Angkatan Laut, dan ini pasti memberikan suatu makna bagi upaya kita menemukan penyebab dari kecelakaan [pesawat] itu," ujar Menhub Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/1/2018).
Menhub juga merasa bangga mengingat CVR yang diduga milik Lion Air JT 610 itu ditemukan oleh KRI atau kapal Angkatan Laut, mengingat sebelumnya alat tersebut sulit ditemukan kendati pemerintah telah menggunakan konsultan atau kapal dari Singapura.
"Upaya menemukan CVR memang kita lakukan all out atau habis-habisan," kata Menhub usai menghadiri Seminar dan Dialog Nasional "Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia".
Terkait jangka waktu penyelidikan data yang terdapat dalam CVR pesawat Lion Air JT 610, Menhub menjelaskan butuh waktu kira-kira satu tahun dan tergantung pada kualitas datanya.
"Tergantung dari komplikasi datanya, namun sebenarnya satu penemuan ini diberikan waktu satu tahun. Jadi nanti kita lihat bagaimana kualitas data yang ditemukan itu bisa dieksplor atau ditelusuri sebagai suatu data," ujarnya.
Sebelumnya anggota penyelam Komando Pasukan Khas (Kopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Komando Armada (Koarmada) TNI Angkatan Laut menemukan alat perekam audio atau "Cockpit Voice Recorder" CVR milik pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat pada beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi, pasukan khusus TNI AL itu menemukan CVR pada Senin (14/1/2019) sekitar pukul 09.10 WIB pada kedalaman laut sekitar 30 meter atau kedalaman delapan meter di bawah dasar laut.
Pesawat Lion Air JT 610 bernomor registrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/12/2018).
Dari jumlah tersebut, ada 125 jenazah korban yang sudah berhasil diidentifikasi hingga Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp17.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, didorong perbaikan PMI manufaktur Indonesia dan sentimen global.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Korea Utara menolak tuduhan ancaman siber dari AS dan menyebutnya sebagai propaganda untuk merusak citra Pyongyang.
BMKG menyebut El Nino 2026 telah masuk kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat, memicu kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.