BNPB Prediksi Ada 2.500 Bencana Alam Sepanjang 2019, Masyarakat Harus Siap Siaga

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
06 Januari 2019 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Setidaknya ada 2.500 bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2019. Hal itu berdasarkan prediksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB menjelaskan, bencana alam tersebut kebanyakan berasal dari bencana hidrometeorologi, yaitu bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Terkait prakiraan bencana itu, pakar mitigasi bencana dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menyebut, imbauan BNPB harus dicermati agar masyarakat siap selalu saat menghadapi dampak bencana tersebut.

“Kejadian bahaya hidrometeorologi terkait iklim ekstrem, baik berupa banjir, angin, maupun longsor. Kejadian bahaya tersebut berpotensi bencana, sehingga kita harus bersiap siaga mengantisipasinya,” ujar Eko kepada Okezone, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, saat ini masyarakat masih minim pemahaman terkait mitigasi bencana. Seperti masih banyak yang membangun rumah di kawasan rawan longsor dan tidak sesuai peruntukannya hingga perilaku tidak menghargai sungai yang menyebabkan banjir bandang dan sebagainya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk mencermati ragam bahaya bencana yang ada di sekitar. Seperti mengecek apakah tempat tinggal masuk dalam daerah bahaya dan berisiko.

“Kedua, kalau kita berada di kawasan berisiko, mari kita selalu memahami karakter bahayanya dan melakukan pemantauan bahaya, secara sendiri atau bersama. Baik secara resmi maupun tidak,” tandasnya.

Ketiga, sambung Eko, menyebarluaskan informasi terkait bahaya ke semua pihak di kawasan rawan bencana, agar mereka selalu siaga. Keempat, meningkatkan kemampuan dan mengurangi kerentanan terkait bahaya.

“Tindakan mencegah, melakukan mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan adalah pilihan yang bisa pilih untuk kita dilakukan. Mari kita kurangi risiko, sampai batas yang mampu kita terima,” pungkasnya.

Sumber : Okezone.com