Polisi Bidik Sejumlah Akun Medsos yang Sebarkan Hoaks Tsunami Selat Sunda

Ilustrasi hoaks. - JIBI
27 Desember 2018 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Peristiwa bencana alam ternyata tidak hanya menimbulkan keprihatinan. Ada pihak-pihak yang memanfaatkannya untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah akun medsos yang terindikasi menyebarkan isu sesat atau hoaks terkait dengan tsunami di Selat Sunda.

"Sudah ada beberapa akun yang diprofiling dan sudah diidentifikasi pelakunya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/12/2018).

Kendati begitu, polisi belum menangkap pelaku penyebaran hoaks bencana tsunami Selat Sunda. Kepolisian dalam perkara ini, kata Dedi, mengedepankan upaya persuasif yakni dengan memberikan literasi digital kepada masyarakat.

Namun jika upaya persuasif itu tidak mempan, polisi akan melakukan penegakan hukum. Mengingat, hoaks tersebut semakin membuat situasi pasca-bencana semakin menakutkan untuk masyarakat.

"Literasi digital diberikan agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks. Tapi kalau masih sebarkan hoaks buat kegaduhan di media, kita bisa lakukan gakkum terhadap orang yang memiliki akun tersebut," tutur Dedi.

Selain itu, polisi juga telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk men-take down akun-akun penyebar hoaks. Diharapkan, upaya tersebut dapat menekan penyebaran hoaks di media sosial.

"Nanti akan melakukan take down maupun blokir terhadap akun-akun yang sebarkan berita hoaks," ucap Dedi.

Sumber : Okezone.com