Waspada Ekstensi Chrome, Riwayat Pencarian Pengguna Bisa Dipantau
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Laskar FPI Nagan Raya memotong bagian ujung celana ABG yang diduga memakai busana ketat dan tak Islami, saat melakukan razia busana ketat di kawasan Pantai Wisata Seunagan, Kecamatan Kuala Pesisir, Sabtu (22/12/18) sore./Antara Aceh
Harianjogja.com, NAGAN RAYA- Front Pembela Islam (FPI) akhirnya minta maaf karena telah memotong celana jins sejumlah perempuan karena dianggap tak Islami.
Ketua FPI Kabupaten Nagan Raya, Neldi Isnayanto akhirnya buka suara terkait insiden pemotongan ujung celana ketat terhadap sejumlah gadis ABG di kawasan wisata Pantai Seunagan, Kecamatan Kuala Pesisir, Sabtu (22/12/2018) akhir pekan lalu.
Insiden ini diduga dilakukan sejumlah anggota FPI Nagan Raya, saat mereka secara sepihak merazia busana perempuan di kabupaten setempat.
"Anggota saya khilaf, untuk itu saya mohon maaf atas kejanggalan yang dikakukan anggota saya," kata Neldi Isnayanto kepada Antara, Selasa (25/12/2018).
Atas insiden yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat tersebut, Neldi secara terbuka mengakui ia sudah menegur anggota Laskar FPI Nagan Raya.
Bahkan, anggotanya mengakui tidak akan mengulangi lagi aksi serupa di kemudian hari. "Pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada semua pihak," tambahnya.
Neldi berharap, pemberitaan terkait insiden pemotongan celana ketat, seperti yang diberitakan sejumlah media massa agar tidak lagi dibesar-besarkan.
Seperi diberitakan sebelumnya, sebanyak celana tiga gadis ABG di Nagan Raya dipotong di bagian ujung celananya oleh Laskar FPI, di kawasan Pantai Wisata Seunagan, Kecamatan Kuala Pesisir, Sabtu (22/12/2018) sore.
Aksi ini terjadi ketika berlangsungnya razia busana tak Islami yang dilancarkan oleh organisasi tersebut, saat merazia sejumlah kafe yang ditenggarai digunakan sebagai tempat berdua-duaan dan melanggar syariat Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.