Prabowo Curiga Kader Pendukungnya Dibungkam Pemerintah, Ini Faktanya

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Amien Rais (dua dari kanan), Hanafi Rais (dua dari kiri), Dahni Ahzar (kiri), dan Bupati Sleman Sri Purnomo (kanan) pada acara silaturahmi Prabowo dengan warga Muhammadiyah Sleman, Rabu (28/11/2018) di Hotel Prima SR, Sleman. - Harian Jogja/Yogi Anugrah)
29 November 2018 00:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah dicurigai membungkam kader pndukung Prabowo Subianto.

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mencurigai ada tindakan pembungkam dari pemerintah terhadap gerakan para pendukungnya.

Hal itu disampaikan Prabowo menanggapi adanya pelarangan terhadap deklarasi #2019GantiPresidan yang diiniasi para ibu-ibu di daerah.

“Kok ada pihak jadi takut dengan emak-emak. Ada emak mau datang ke suatu kota dilarang diturunkan enggak boleh keluar bandara. Padahal kita masih wilayah Republik Indonesia. Ada yang enggak boleh pidato," kata Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan emak-emak serta kader Muhamadiyah di Hotel Prima SR, Rabu (27/11/2018).

Menurutnya, tindakan pembungkaman itu menandakan pemerintaah takut terhadap rakyat. Prabowo mengklaim gerakan #2019GantiPresiden sudah mendekati 70 persen lebih yang sudah menyatakan siap perubahan.

“Ini menunjukkan tidak percaya diri kalau ada yang takut dengan rakyatnya sendiri, gerakan ganti presiden sudah mendekati 70 persen lebih," kata dia.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung Koordinatoar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar Simanjuntak yang belakangan kerap dipanggil polisi untuk diperiksa dalam sejumlah kasus. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengumpamakan jika pemeriksaan itu menunjukkan jika Dahnil sangat disayangi aparat kepolisian.

“Danhil kesayangan aparat saking sayangnya sering dipanggil kalau enggak sayang gak dipanggil-panggil," kata Prabowo.

Mantan Pangkostrad itu mengaku para pendukungnya terutama emak-emak ini tidak bisa dibungkam dengan cara apapun. “Tidak ada kekuatan yang bisa melawan kehendak rakyat. Emak-emak kalau kasih tangan keras banget enggak dilepas ini," kata Prabowo.

Agenda kunjungan Prabowo ke Yogyakarta meliputi menghadiri peluncuran Masyarakat Becak Hybrid (Mas Behy) yang kemudian dilanjutkan dengan menaiki becak ke Gedung Sasono Hinggil Dwi Abad dan terakhir menyapa masyarakat DIY yang dilanjutkan dengan Deklarasi Soedirman, Deklarasi Relawan DIY dan Deklarasi Relagama.

Sumber : Suara.com