Rachmawati Soekarnoputri Sebut 2018 Merupakan Tahun Berbahaya, Ini Penyebabnya

Bakal calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8) sebagian bagian persyaratan capres dan cawapres Pilpres 2019. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
23 November 2018 11:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA –Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Rachmawati Soekarnoputri  menilai 2018 adalah tahun yang berbahaya bagi Indonesia.

Ia mengatakan bahwa semua itu bisa dilihat dari pandangan Prabowo yang ditulis dalam buku.

“Indikasinya kalau kita baca tulisan Paradoks Indonesia, jelas bagaimana posisi Indonesia tidak seperti yang diharapkan. Kemiskinan malah bertambah, pengangguran juga. Oleh karena itu, masyarakat harus kembali ke Indonesia adil dan makmur,” katanya di depan relawan Prabowo-Sandi, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Sementara itu, Rahma berharap tahun depan yang menjadi tahun penentuan dapat dibuktikan dengan kemenangan peserta pemilihan presiden nomor urut 02 ini.

Untuk menggapainya, relawan menjadi ujung tombak dalam memenangkan Prabowo-Sandi yang bergerak sampai desa.

“Saya harapkan relawan tertib, disiplin, dan militan untuk cita-cita indonesia saat ini,” ucapnya.

Putri Proklamator Indonesia ini mengklaim bahwa sudah ada 450 lebih organisasi relawan dari Sabang sampai Merauke yang menjadi kunci pemenangan.

“Inilah tugas utama relawan untuk konsolidasi, koordinasi, organisir, satu komando untuk maju, dan satu tujuan untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” ungkapnya.

Sumber : Bisnis.com