Gas Mako Natuna Bakal Disalurkan 100 Persen untuk Kebutuhan Domestik
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Setelah heboh "tampang Boyolali" Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal \'tampang\', saat berpidato di depan ribuan relawan, Kamsi (22/11/2018). Namun, kali ini Prabowo sempat meminta izin terlebih dahulu.
Ucapan itu dilontarkan Prabowo saat berpidato dalam acara pembekalan relawan pendukung Prabowo –Sandiaga Uno di Istora Senayan, Jakarta.
Prabowo sempat meminta maaf kepada Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Rachmawati Soekarnoputri karena telah meremehkan acara itu.
Hal tersebut lantaran Prabowo menyadari dana kampanye Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 yang sangat terbatas.
"Saya ingin minta maaf kepada Ibu Rachmawati Soekarnoputri karena sebetulnya saya agak underestimate [meremehkan]. Saya tadi mengira awalnya acara-acara seperti ini belum perlu kita lakukan, karena lagi agak kesulitan dana," kata Prabowo.
Akan tetapi, Prabowo terkesima terhadap kuatnya dukungan dari para relawan sampai bisa menyewa tempat sekelas Istora Senayan.
Padahal, Prabowo menyinggung kalau tampang-tampang pendukungnya menunjukkan kelas ekonomi yang terbatas. Sebelum mengatakan itu, Prabowo sempat meminta izin terlebih dahulu agar tidak ada yang tersinggung.
"Dan memang dukungan penuh kita ya begitulah tampangnya, boleh pakai istilah tampang tidak sekarang? Tampangnya ya... Ekonomi agak terbatas begitu.... Benar tidak? " tanya Prabowo.
Kemudian Prabowo menegaskan dirinya menyebut tampang pendukungnya menunjukkan tidak memiliki ekonomi yang bagus, bukan berarti dirinya sedang mengejek.
Malah menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan baginya untuk membantu masyarakat menjadi sejahtera.
"Memang tampang lu ya tampang nggak punya duit bener nggak? Bukan gue mau ngejek lu! Gue mau berjuang buat lu! Gue nggak rela rakyat gue miskin," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
Polisi menangkap lima tersangka pembunuhan pria di bangunan bekas dapur SPPG Kendal. Kasus bermula dari perselisihan saat pesta miras.
Komdigi memeriksa laporan dugaan kebocoran data 5,7 juta akun pelanggan Fore dan menyiapkan sanksi jika ditemukan pelanggaran UU PDP.
OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Jogja menghadirkan inovasi mahasiswa bidang sains, teknologi, agama, dan riset.
Abrasi menghilangkan laguna Pantai Trisik Kulonprogo. Kunjungan wisatawan terus menurun, sementara warga beralih mengandalkan pertanian.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.