Advertisement
Ikan Purba Ditemukan di Raja Ampat, Ini Penampakannya
Ikan purba jenis Coelacanth ditemukan seorang anggota marinir yang tengah memancing di Kampung Sopen, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Rabu (14/11/2018). Foto: https://www.facebook.com - dava.r.santoso
Advertisement
Harianjogja.com, SORONG — Seekor ikan purba ditemukan di perairan Raja Ampat, Papua.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengidentifikasi jenis ikan purba yang ditemukan oleh pemancing di perairan Kampung Sopen, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Advertisement
Sekretaris Dirjen Tata Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Darmawan di Sorong, Kamis mengatakan, para pengancing di Raja Ampat menemukan ikan langka atau Coelacanth di perairan Kabupaten Raja Ampat.
Dia mengatakan Coelacanth merupakan urutan ikan langka yang sekarang termasuk dua spesies yang masih ada di genus Latimeria. Coelacanth Samudra Hindia Barat terutama ditemukan di dekat Kepulauan Comoro di lepas pantai timur Afrika dan coelacanth Indonesia.
BACA JUGA
"Namun jenis ikan coelacanth yang ditemukan di Raja Ampat sedikit berbeda dengan yang telah ditemukan sebelumnya sehingga diidentifikasi oleh Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL) dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong," ujarnya Kamis (15/11/2018), seperti dilaporkan Antara.

Ia menjelaskan, jenis Ikan coelacanth yang ditemukan di Raja Ampat masih memiliki hubungan kekerabatan dengan yang ditemukan di Manado sebelumnya. Tetapi terdapat beberapa perbedaan sehingga coelacanth Raja Ampatdiduga masuk dalam subgroup sendiri dan butuh identifikasi lebih jauh lagi.
Jenis coelacanth Raja Ampat populasi beda dengan yang pernah ditemukan di Manado atau new population. Sebab itu penulisan nama ilmiah yang sah saat ini adalah Latimeria menadoensis atau coelacanth populasi Raja Ampat.
"Walaupun terdapat beberapa perbedaan dengan yang ditemukan di Manado sebelumnya, coelacanth yang ditemukan di Raja Ampat ini belum dapat disimpulkan spesies baru karena harus diteliti lebih jauh," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Van Gastel: PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United
Advertisement
Advertisement








