Advertisement

Terungkap, Di Penerbangan Sebelumnya, Lion Air yang Jatuh Sempat Kirim Sinyal Darurat

Newswire
Jum'at, 02 November 2018 - 10:37 WIB
Nina Atmasari
 Terungkap, Di Penerbangan Sebelumnya, Lion Air yang Jatuh Sempat Kirim Sinyal Darurat Puing-puing pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). - Suara.com/Walda

Advertisement

Harianjogja.com, DENPASAR- Sebuah fakta baru tentang pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 terungkap. Pilot sempat mengirim sinyal darurat pada Minggu (28/10/2018) hanya beberapa menit setelah tinggal landas dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat tersebut beberapa jam kemudian jatuh dalam perjalanan dari Jakarta ke Pangkalpinang.

Menurut Herson, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV yang membawahi Bali dan Nusa Tenggara, setelah mengirim sinyal darurat pilot tersebut memutuskan untuk terus terbang ke Jakarta dan tak akan kembali ke Ngurah Rai.

Advertisement

"Kaptennya sendiri bilang cukup yakin untuk terbang ke Jakarta dari Denpasar," kata Herson melalui sambungan telepon kepada Reuters.

Seorang pilot dari pesawat lain yang pada saat bersamaan akan mendarat di Ngurah Rai mengaku juga mendengar percakapan antara pilot Lion Air PK-LQP dengan menara kontrol.

"Gara-gara sinyal Pan-Pan itu, kami diminta untuk menunggu dan berputar-putar di udara," kenang pilot yang menolak namanya dikutip itu.

"Pesawat Lion itu meminta untuk kembali ke Bali lima menit setelah tinggal landas, tetapi kemudian pilot itu mengatakan masalah sudah diatasi dan ia akan terus terbang ke Jakarta," lanjut pilot tersebut.

Sinyal Pan-Pan biasa digunakan pilot untuk menginformasikan kondisi darurat dan meminta petugas menara pengawas untuk memberikan bantuan.

Sinyal ini hanya satu tingkat di bawah panggilan Mayday, yang biasanya menandakan kondisi sangat bahaya, misalnya pesawat akan jatuh atau ada kebakaran di dalam pesawat.

Pesawat Lion Air PK-LQP itu tiba di Jakarta dari Denpasar pada Minggu malam pukul 10.55 WIB. Pesawat yang sama pada keesokan harinya terbang ke Pangkalpinang dan jatuh ke Laut Jawa hanya 13 menit setelah meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta.

Beberapa saat sebelum jatuh, pilot juga menghubungi menara pengawas dan meminta untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement