RI Siapkan Langkah Darurat usai WNI Dicegat Israel di Laut Mediterania
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Presiden Jokowi. /Ist via Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada maksud khusus saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke Pasar Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) malam. Ia membeli tempe dan juga ingin memastikan bahwa harga bahan pokok yang terbuat dari kacang kedelai itu tak naik.
"Ya dari dulu senengnya tempe, ini sambil ngecek tempe naik atau tidak," kata Jokowi di Pasar Bogor, Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10/2018) malam.
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga tak menemukan adanya tempe yang berukuran tipis di pasar tersebut.
"[Jadi] harganya tetap. Tadi ngelihat sendiri [tidak tipis]. Ya tebel," jelasnya.
Jokowi mengaku kunjungannya ke Pasar Bogor pada malam hari agar tak berdesakan dengan para pembeli lainnya.
Ia juga mengajak seluruh warga agar berbelanja ke pasar tradisional lantaran harganya yang lebih murah ketimbang pasar modern.
"Kalau siang-siang [di sini] berdesakan dengan pembeli. Kalau malam yang beli hanya saya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.