Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Jadwalkan Periksa Pemilik Maktour
KPK menjadwalkan pemeriksaan pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur, sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang merugikan negara Rp622 miliar.
Presiden Jokowi. /Ist via Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Ada maksud khusus saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke Pasar Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) malam. Ia membeli tempe dan juga ingin memastikan bahwa harga bahan pokok yang terbuat dari kacang kedelai itu tak naik.
"Ya dari dulu senengnya tempe, ini sambil ngecek tempe naik atau tidak," kata Jokowi di Pasar Bogor, Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10/2018) malam.
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga tak menemukan adanya tempe yang berukuran tipis di pasar tersebut.
"[Jadi] harganya tetap. Tadi ngelihat sendiri [tidak tipis]. Ya tebel," jelasnya.
Jokowi mengaku kunjungannya ke Pasar Bogor pada malam hari agar tak berdesakan dengan para pembeli lainnya.
Ia juga mengajak seluruh warga agar berbelanja ke pasar tradisional lantaran harganya yang lebih murah ketimbang pasar modern.
"Kalau siang-siang [di sini] berdesakan dengan pembeli. Kalau malam yang beli hanya saya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
KPK menjadwalkan pemeriksaan pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur, sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang merugikan negara Rp622 miliar.
Oliver Tree meninggal dunia pada usia 32 tahun setelah menjadi korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, yang menewaskan enam orang.
Yasin Ayari memilih tidak merayakan gol pertamanya ke gawang Tunisia pada Piala Dunia 2026. Ternyata alasannya terkait sejarah keluarganya.
TN Gunung Merbabu mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Jalur Suwanting untuk mendukung keselamatan pendaki dan program Zero Accident.
Rangkaian agenda ini dipusatkan secara bergiliran pada satu desa di tiap wilayah kecamatan, menjadikannya ajang komunikasi langsung yang menjangkau akar rumput.
Polres Bantul menangkap empat tersangka kasus peredaran psikotropika dan menyita 118 tablet berbagai jenis dalam operasi di Pandak dan Sewon