Mantan Atlet Sepeda Profesional Italia Turut Jadi Korban Jatuhnya Lion Air JT610

Mantan atlet sepeda berkebangsaan Italia, Andrea Manfredi, yang kini menjadi pemilik usaha sepeda Sportek, turut dalam penerbangan nahas Lion Air JT610, Minggu (29/10/2018). - static.nexilia.it
29 Oktober 2018 22:48 WIB Nugroho Nurcahyo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mantan atlet sepeda berkebangsaan Italia, Andrea Manfredi, yang kini menjadi pemilik usaha sepeda Sportek, menjadi salah satu dari penumpang pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang nahas di laut utara Kerawang, Senin (29/10/2018) pagi.

Situs Wikipedia bahkan telah memperbarui data Andrea Manfredi dan menyebutkannya telah meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Indonesia

Website Farnesia, menuliskan Kedutaan Besar Italia di Jakarta telah mendapatkan kabar dari Pusat Krisis  dan menghubungi kerabat Andrea di Italia untuk memberitahukan kabar duka itu.

Andrea Manfredi, 26, adalah atlet asal Massa, Tuscany, Italia. Ia memulai karier profesionalnya bersama Ceramica Flaminia pada 2013 sebelum naik kelas bersama Bardiani-CSF pada 2014 dan 2015. Andrea kemudian kembali masuk ke tim amatir Palazzago pada 2016. Setelah pensiun dari bersepeda, Manfredi mendirikan sebuah perusahaan jual beli perlengkapan sepeda online, Sportek.

"Bardiani-CSF telah mendengar kabar dari media massa tentang  kematian Andrea Manfredi, mantan pembalap profesional yang telah mengenakan seragam tim pada 2014 dan 2015. Dia ada di antara para korban tragedi udara di Indonesia," bunyi pernyataan dari Bardiani-CSF.

“Manajemen, atlet, staf, dan sponsor tim mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga dan semua yang mereka sayangi kepada Andrea. Kenangan akan seorang pria yang serius dan jatuh cinta dengan olahraganya, akan tetap tak terhapuskan dalam pikiran semua orang yang, dalam tahun-tahun ini, memiliki nasib baik untuk mengenalnya. Istirahat dalam damai, Andrea," demikian Bardiani-CSF menulis dalam pernyataannya yang dikutip cyclingnews.com.

Dari profil Instagram, sejumlah teman-temannya telah mengirimkan pernyataan belasungkawa. Dari postingan di Instagram-nya, pemuda itu beberapa hari sebelumnya memang berada di Jakarta. Bahkan sempat berfoto di Borobudur dan diposting beberapa hari lalu.

Associated Press (AP) menuliskan, Andrea Manfredi sudah berada di Jakarta sejak 26 Oktober, setelah berkelana ke Hong Kong. Posting terakhir Manfredi di Facebook menunjukkan dia berpose di samping sepeda dalam sebuah toko penjual peralatan bersepeda. AP menuliskan perjalanannya ke Asia juga dalam rangka mempromosikan bisnisnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan, sebanyak 178 penumpang, termasuk di antaranya satu anak dan dua bayi, serta tujuh kru penerbangan menjadi korban dalam tragedi pesawat jenis Boeing 737 Max 8 berkode PK-LQP yang jatuh di Laut utara Karawang, Jawa Barat. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan ditemukannya korban selamat.

Pilot Boeing 737 sempat meminta izin menara kontrol untuk kembali ke bandara Jakarta karena adanya kegagalan teknis yang tidak tersebutkan.  "Pilot kami beroperasi sesuai prosedur dan ketika dia menemukan masalah dia meminta untuk kembali ke pangkalan, tetapi kami tahu akhirnya yang terjadi," kata CEO Lion Air Edward Sirait.

Dia menambahkan,  pesawat itu mengalami masalah teknis yang telah diselesaikan sebelum penerbangan. Malam sebelumnya pesawat PK-LQP melayani penerbangan penerbangan JT43 dari Denpasar tujuan Cengkareng, Banten.

Kementerian Perhubungan mengatakan pesawat jatuh 13 menit setelah tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta tepatnya sekitar pukul 6.33 WIB. Data dari situs pemantauan penerbangan flightradar menunjukkan pesawat baru mencapai ketinggian 5.200 kaki (1.580 meter) atau belum mencapai posisi ketinggian jelajah terbang.

Peristiwa nahas ini adalah bencana udara terburuk yang menimpa penerbangan komersial di wilayah udara Indonesia dalam empat tahun terakhir. Insiden fatal penerbangan komersial terakhir terjadi Desember 2014, ketika pesawat Air Asia dari Surabaya menuju Singapura jatuh juga di Laut Jawa, merenggut 162 nyawa.

Sumber : archyworldys.com, .cyclingnews.com