New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Sandiaga Uno./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Gara-gara kubu Prabowo menyamakan cawapres Sandiaga Uno dengan Wapres pertama Indonesia Muhammad Hatta, keluarganya berang.
Cucu Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Hatta tidak terima kalau sosok kakeknya disamakan dengan Sandiaga Uno. Gustika Jusuf Hatta emosi mendengar nama kakeknya selalu disebut-sebut untuk kepentingan pilpres.
Putri dari Halida Nuriah Hatta tersebut meluapkan emosinya dalan akun twitter pribadinya @gustika pada Rabu (24/10/2018). Emosi Gustika Jusuf Hatta dipicu karena melihat salah satu video yang menampilkan beberapa anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Dalam video itu, Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa Sandiaga merupakan sosok baru dari Muhammad Hatta.
"Untuk orang yang kesabarannya minus kayak gue gini denger kakek gue disamain sama Sandiaga Uno rasanya mau muntah. every. single. time. waktu pilpres. why. cant. you find. your own fucking voice. Hatta is hatta, you is you. i am a hatta, but i ain\'t bung hatta. Anj**g," tulis Gustika Jusuf Hatta.
Gustika Jusuf Hatta merasa jengah saat mengetahui nama kakeknya seringkali digunakan untuk kepentingan politik apalagi untuk kebutuhan Pilpres. Dirinya sempat menyampaikan pesan langsung kepada akun twitter Dahnil untuk tidak menggunakan nama kakeknya.
"Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau [dan Eyang Karno] demi kepentingan politik. I\'m so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it\'s getting old @Dahnilanzar," ujarnya.
Menurutnya sosok Muhammad Hatta tidak bisa disandingkan dengan sosok Sandiaga. Apalagi Gustika Jusuf Hatta mengetahui soal kontroversi antara Sandiaga dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
"Sandiaga, yang tidak mau repot-repot mencari peraturan memancing/berperahu atau harga survei di pasar tradisional bahwa dia harus "dididik" oleh Susi Pudjiastuti, seorang menteri yang hanya lulusan sekolah menengah," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto mengakui memerintahkan pemindahan barang setelah temuan Ombudsman RI.