Prabowo Dukung Saksi Parpol Dibiayai Negara, Ini Alasannya

Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). - Suara.com/Yosea Arga
25 Oktober 2018 08:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Polemik tentang pemberian anggaran pemerintah untuk saksi dari partai politik dalam Pemilu 2019. Calon Presiden Prabowo Subianto sepakat apabila dana saksi ditanggung pemerintah. Menurutnya langkah itu dapat mendukung sistem politik yang selama ini diberatkan oleh dana.

Prabowo menjelaskan bahwa seharusnya sistem politik Indonesia tidak menelan biaya yang tinggi. Hal itu dilandaskan dengan pengetahuannya terhadap negara-negara besar yang sudah meninggalkan penyelenggaraan pemilihan umum yang menelan biaya tinggi.

"Saya belajar ke Perancis, Inggris, Eropa Barat pemilihan tidak mahal. Untuk jadi anggota parlemen di Inggris paling habis 100 poundsterling. Jadi anggota parlemen,” kata Prabowo di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya langkah tersebut sangat baik untuk mengurangi adanya calon legislatif yang terpilih hanya karena mengeluarkan biaya berkampanye yang tinggi. Oleh sebab itu dirinya menyepakati apabila ada alternatif untuk mengurangi ‘ongkos’ politik yang tentunya tidak juga memberatkan negara.

“Jadi bukan calon-calon yang punya duit, tapi yang capable dan disukai rakyat. Yang untuk mengurangi ongkos politik saya dukung,” ujarnya.

Prabowo menyebut pernah mendukung pemilihan kepala desa secara tidak langsung. Hal itu menurutnya dapat mengurangi adanya peluang besar bagi pemilik modal untuk menentukan kepala-kepala daerah.

“Dulu kami mendukung pemilihan kades tidak langsung jadi milih sekali saja begitu dia pilih. Itu namanya demokrasi perwakilan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan. Jadi tidak ada kapitalis menentukan jadi bupati dan gubernur,” pungkasnya.

Sumber : suara.com