KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Hanafi rais./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Anak Amien Rais curiga meledaknya kabar hoaks Ratna Sarumpaet ditujukan untuk menjegal pasangan Prabowo-Sandiaga.
Wakil Ketum Umum PAN, Hanafi Rais menilai kasus penyidikan berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet sangat kental akan nuansa politik dan berkaitan dengan Pilpres 2019 mendatang. Sebab, dia mengaku sejauh ini belum mengetahui siapa pihak yang melaporkan Ratna hingga bisa ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya nggak tahu siapa yah [yang laporin]. Tapi saya lebih melihat ada banyak nuansa politisnya lah. Jadi sekarang kaya sentimen calon tunggalnya muncul lagi. Seolah-olah [kasus] ini ingin dibawa ke urusan Pilpres," kata Hanafi saat mendampingi pemeriksaan Amien Rais sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).
Anak dari Amien Rais ini menduga, ada pihak tertentu yang sengaja ingin menyeret-nyeret kasus Ratna Sarumpaet dalam momentum tahun politik. Salah satunya untuk menjatuhkan nama pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Bahkan, putra sulung Amien Rais ini menyebut, upaya itu tak lain agar kontestasi di Pilpres 2019 bisa dimenangkan pasangan lain.
"Ada yang ingin menunggangi ini atau mendiskredit. Ini sengaja untuk menggagalkan capres nomor 02 [Prabowo Subianto-Sandiaga Uno] ini sehingga kemudian muncul calon tunggal," kata dia.
Dia pun meminta agar upaya penjegalan terhadap Prabowo-Sandiaga bisa diwaspadai.
"Jadi sentimen ototarianisme ini halus dan kita harus waspadai. Nuansa kaya gini saya kira jangan keterusan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto mengakui memerintahkan pemindahan barang setelah temuan Ombudsman RI.
Guru SD Negeri Ledoknongko Sleman terluka diserang wali murid menggunakan parang. Polisi menyebut insiden diduga dipicu miskomunikasi.
Warmindo di Mlati Sleman terbakar diduga akibat kebocoran gas yang memicu ledakan. Tiga karyawan mengalami luka bakar.