Advertisement

Evakuasi Korban Likuifaksi di Sulteng Butuh Ekskavator Sebanyak Ini

Newswire
Minggu, 07 Oktober 2018 - 23:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Evakuasi Korban Likuifaksi di Sulteng Butuh Ekskavator Sebanyak Ini Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala Richter di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). - Antara/Hafidz Mubarak

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan perlu enam ekskavator amfibi untuk mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur dari proses likuifaksi akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

"Untuk di wilayah yang mengalami likuifaksi, yaitu di Jono Oge di Kabupaten Sigi ini memerlukan ekskavator amfibi karena lumpurnya masih basah, masih belum kering semuanya sehingga harus menggunakan ekskavator amfibi sebanyak enam unit. Kalau tidak, akan kesulitan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers "Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah" di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Advertisement

Sutopo menuturkan diperkirakan ada 366 unit bangunan rusak di Jono Oge, dan area yang terdampak oleh likuifaksi atau tertutup lumpur di daerah itu mencapai 202 hektar. "Oleh karena itu, tim SAR (pencarian dan penyelamatan) memerlukan enam unit ekskavator amfibi," tuturnya.

Dia menuturkan, kondisi lumpur basah menyebabkan sulitnya evakuasi korban di Jono Oge sehingga menurut data sementara sampai Minggu (7/10) pukul 13.00 WIB, baru 33 orang yang berhasil ditemukan, yakni 31 selamat dan dua meninggal dunia. Padahal data tersebut juga mencakup informasi bahwa tidak ada korban yang berhasil dievakuasi dari 4-6 Oktober 2018 di Jono Oge.

"Kita meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mencari atau menyewa nantinya untuk ekskavator amfibi, mungkin sulit mencarinya tapi kita berkejaran dengan waktu untuk penanganan bencana ini," tuturnya.

Wilayah yang terdampak likuifaksi antara lain Jono Oge, Balaroa dan Petobo.

Sutopo menjelaskan likuifaksi adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatandan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah menjadi cairan.

Syarat terjadinya likuifaksi adalah lapisan tanah berupa pasir, kerikil, batuan apung dan tidak lengket, bersifat lepas atau gembur; kedalaman muka air tanah tergolong dangkal atau kurang dari 10 meter dari permukaan tanah; goncangan gempabumi lebih dari 6 skala richter; durasi goncangan gempa bumi lebih dari satu menit; serta percepatan gempa bumi lebih dari 0,1 g.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 51 alat berat dikerahkan untuk membantu dalam penanganan evakuasi korban dan pembersihan puing-puing bangunan dan longsor.

Sementara itu, bantuan alat berat lain masih dalam perjalanan yang didatangkan dari Balikpapan, Makassar, Poso, Jakarta dan daerah lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Ini Cara Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Sampah Jadi Souvenir

Ini Cara Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Sampah Jadi Souvenir

Jogja
| Sabtu, 07 Maret 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement