Berani Membelot ke Prabowo, Ini Ancaman PDIP Kepada Kadernya

PDIP luncurkan tagline dan atribut milenial. - Suara.com/Dwi Bowo Raharjo
26 September 2018 10:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PDIP menyiapkan sejumlah sanksi bagi kadernya yang berani membelot pada Pilpres 2019.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan seluruh kader dan calon anggota legislatif (caleg) dari partainya solid mendukung pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kalau di PDIP sampai saat ini kami belum melihat ada peristiwa kader PDIP yang secara resmi didaftarkan sebagai caleg di semua tingkatan melakukan pembangkangan politik dengan tidak mengikuti keputusan politik partai untuk mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai capres-cawapres," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Basarah berharap, kader PDIP bisa menjaga konsistensi dukungan ini. Ia tak mau ada kader yang membelot dengan mendukung pasangan capres-cawapres yang tak sejalan dengan sikap partainya, seperti yang terjadi pada sejumlah kader Partai Golkar.

"Mudah-mudahan konsistensi ini akan terus kami jaga sampai pemilu presiden selesai bulan April tahun depan," jelasnya.

Basarah mengingatkan, bila ada kadernya yang tak sejalan dukungannya di Pilpres 2019, PDIP telah menyiapkan sanksi tegas.

"Sanksi mulai dari pencopotan jabatan, struktural pencopotan dari jabatan sturktural di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi maupun DPR RI sampai pencabutan status keanggotaan itu aturan main yang berlaku di internal PDIP," ucapnya.

Seperti diketahui partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin seperti Golkar belakangan dikabarkan kadernya tak solid karena membelot mendukung Prabowo-Sandiaga.

Sumber : Okezone