Advertisement
Duh... Honor Ribuan Penari Ratoh Jaroe di Opening Ceremony Asian Games Diduga Bermasalah
Penari membawakan tari Saman saat Pembukaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). - Ist/ INASGOC Rosa Panggabean.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Siapapun warga Indonesia pasti masih ingat gemerlapnya pembukan Asian Games 2018. Dimulai dari video aksi motor Presiden Joko Widodo, penampilan tarian Ratoh Jaroe oleh ribuan penari hingga penampilan sejumlah artis Nusantara.
Namun, setelah berlalu, kabar tidak mengenakkan muncul. Honor ribuan penari yang tampil membawakan tarian Ratoh Jaroe diduga bermasalah.
Advertisement
Informasi ini seperti ditulis oleh akun twitter Tim Kardashian @timothylumare. Pada Rabu (19/9/2018) ia menulis "Kasihan anak2 yang latihan nari Asian Games. Latihan 5 bulan mestinya dapat honor 2jtan, pas terima dari sekola cuma 500ribu. Coba KPK cek dulu lah uang itu lari kemana".
Postingan itu langsung mendapatkan banyak tanggapan. Sebagian besar tanggapan dari tweet itu menghujat panitia pihak pemotong honor tersebut.
BACA JUGA
Namun, ada pula penuturan akun yang menyebut sebagai salah satu penari tersebut.
Akun @azaleastina salah satunya. Ia menulis "Aku salah satu penarinya dan sampe skrg blm dikasih. Tadi sudah di-brief sekolah bahwa 40 rb/latihan (kita 13x latihan) itu sudah kesepakatan kepala sekolah di dki."
Ada pula akun bernama @gapake_username. Ia ikut menjawab postingan awal dengan menyertakan penjelasan. Menurutnya, di dalam kontrak tersebut tidak tertulis bahwa setiap anak akan mendapat upah sebesar yang disebutkan.
"Bantu jawab kak, saya salah satu penari di acara tersebut didalam kontrak tersebut tidak tertulis bahwa tiap anak dapet sekian upah kak".
Ia mengaku pernah mempertanyakannya namun tidak mendapat tanggapan yang memuaskan. "Gimana ya kak, bukannya kita ga mau ngelawan pihak sekolah kalau kita dapet segitu doang, tapi ya karna tiap kali kita tanya kenapa kita dapet segitu pasti jawabannya untuk transportasi, atau konsumsi dll, tapi giliran kita minta datanya secara utuh mereka hanya diam.
Oh iya kak, ga semua sekolah itu baginya 500K, malah sekolah tetangga dapet 800-900K/anak," tulisnya.
Masih rangkaian twit tersebut, akun itu juga mengunggah foto tangkapan layar tentang penjelasan pembayaran operasional penari Pembukaan Asian Games 2018. Di dalamnya di antaranya menyebutkan ada 2.000 siswa SMA di Jakarta yang dilibatkan dalam tarian Ratoh Jaroe asal Aceh tersebut. Persiapan yang dilakukan oleh penari sangat memelahkan yakni berlatih di sekolah dan paling tidak telah melakukan 15 kali gladi di luar sekolah. Oleh karena itu, panitia memberikan sejumlah uang operasional kepada mereka.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa uang operasional yang diberikan adalah Rp200.000 per penari setiap kali latihan. Uang tersebut digunakan untuk mendukung persiapan dan latihan penari. Mekanismenya adalah panitia melakukan transfer bank ke rekening sekolah atau penari. Panitia telah memastikan pembayaran uang operasonal telah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada bulan April, Juli dan terakhir 17 September lalu.
Selanjutnya, sang penari mengungkapkan dirinya hanya bisa menerima apa yang diberikan. "Tolong ya kak dibantu , bukannya saya ga bersyukur dapet segitu atau gimana, saya dapet 300K atau kurang juga saya terima ya asal dalam pemakaiannya itu transparan, ga cuman ditutupi dengan alasan ini itu. Terima kasih kak ," tambahnya.
Polemik tentang pembayaran honor ini mengundang reaksi hingga warganet, Hingga Kamis (20/9/2018) siang, postingan @timothylumare telah dibagikan ulang oleh 3.704 akun dan mendapatkan 1.305 suka. Ada 196 akun berkomentar tentang twit tersebut.
Salah satu yang berkomentar adalah akun @herry_zudianto yang diketahui milik mantan Walikota Jogja, Herry Zudianto. Ia prihatin dengan munculnya kabar tersebut, sebab bisa merusak karakter anak-anak.
"Aduh ... ingkari janji sama anak2 itu menjadi bagian dari merusak karakter anak2 krn mengajari anak2 bhw janji itu tdk harus ditempati. #AyoJujurBarengan," tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Babak I Bolivia vs Irak 1-1, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Bisa Disaksikan Malam Ini
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- CPNS Bantul 2026 Dibuka 100 Formasi, Ini Prioritasnya
Advertisement
Advertisement








