Advertisement

Miliki Armada 26.000 Unit, Blue Bird Catatkan Pendapatan Rp5,7 Triliun

Newswire
Rabu, 01 April 2026 - 20:27 WIB
Sunartono
Miliki Armada 26.000 Unit, Blue Bird Catatkan Pendapatan Rp5,7 Triliun Ilustrasi transportasi. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Kinerja keuangan Blue Bird sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan signifikan, dengan laba bersih mencapai Rp643,4 miliar di tengah ekspansi agresif armada dan penguatan layanan digital.

Pertumbuhan ini berjalan seiring pendapatan perseroan yang menembus Rp5,7 triliun atau naik sekitar 13,2% secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi sejak industri transportasi menghadapi tekanan disrupsi teknologi beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono, menyebut hasil tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga performa di tengah transformasi bisnis yang terus berjalan.

“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun. Angka ini menandakan bahwa kinerja Bluebird telah melampaui capaian sebelum maraknya layanan ride-hailing di Indonesia.

Tak hanya mengandalkan taksi reguler, kontribusi bisnis non-taksi juga semakin menguat dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan.

Ekspansi besar juga terlihat pada penambahan armada. Sepanjang 2025, perusahaan menambah sekitar 1.800 unit kendaraan baru sehingga total armada kini melampaui 26.000 unit. Sebagian di antaranya merupakan kendaraan listrik yang mulai beroperasi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Penguatan juga dilakukan pada infrastruktur operasional dengan 58 pool serta lebih dari 1.300 titik pangkalan strategis. Sementara itu, transformasi digital melalui aplikasi MyBluebird terus menunjukkan peningkatan, dengan jumlah pengguna tumbuh 30% dan kontribusi transaksi berbasis aplikasi mencapai 40% dari total pemesanan.

Selain ekspansi bisnis, perusahaan juga memperluas dampak sosial melalui berbagai program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Program seperti Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli, hingga beasiswa umrah telah menjangkau lebih dari 70.000 pengemudi dan karyawan beserta keluarganya.

Memasuki 2026, menyiapkan strategi baru bertajuk “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” yang difokuskan pada ekspansi ke kota strategis dengan layanan yang lebih fleksibel dan tetap mengedepankan aspek keamanan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel

Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 2 April, Perjalanan Fleksibel

Jogja
| Kamis, 02 April 2026, 02:37 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement