Gempa 7 Magnitudo di NTT Terasa di Lombok, BMKG Keluarkan Peringatan
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Ilustrasi kebakaran hutan./REUTERS-Fred Greaves
Harianjogja.com, BANGLI-Kebarakan hebat melanda hektaran kawasan hutan lindung Bukit Kembar di Desa Kutuh, Kintamani, Kabupaten Bangli, sejak Kamis (13/9/2018) malam. Tragisnya upaya pemadaman api hingga kini belum bisa dilakukan secara optimal, lantaran terkendala akses jalan yang terjal.
Oleh karenanya, upaya pengendalian api hanya bisa dilakukan secara konvensional oleh petugas kehutanan dibantu masyarakat setempat yang juga terliha panik karena besarnya kobaran api. Untuk mencegah kobaran api meluas hingga ke pemukiman, petugas kehutanan dibantu warga setempat melakukan pengendalian api secara konvensional serta membuat alur pemutus api.
Sebab, untuk pengendalian api dengan menggunakan armada pemadam kebakaran tidak bisa dilakukan karena terkendala medan dan tidak adanya akses jalan menuju titik api. Meski demikian, berkat usaha petugas dan masyarakat saat ini api sudah bisa mulai dikendalikan sehingga tidak sampai meluas ke pemukiman.
Hanya saja, dampak dari kebakaran tersebut dipastikan puluhan hektar kawasan hutan ludes terbakar. Diduga kebakaran hutan dipicu selain karena faktor cuaca ekstrem kemarau dan ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab yang membuang puntung rokok sembarangan.
“Terlebih kondisi tumbuhan dan pepohonan hutan yang ada di wilayah setempat mulai mengering sehingga rawan terbakar,” ungkap Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, Jumat (14/9/2018).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Kabupaten Bangli telah menyiagakan personel dan peralatannya termasuk juga telah berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Singaraja yang wilayahnya lebih dekat dengan lokasi kebakaran, untuk membantu upaya pemadaman api jika sewaktu-waktu kebakaran kembali meluas mendekati pemukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.