Advertisement
Waduh, 27 Titik Panas Terpantau di Sumatra
Ilustrasi kebakaran hutan - REUTERS/Fred Greaves
Advertisement
Harianjogja.com, BANDA ACEH-Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang menyebut sebanyak 27 titik panas terdeteksi oleh satelit berada di daratan Sumatra.
"Hotspot (titik panas) sore ini tak ada di Aceh, tapi provinsi lain di Sumatra," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Jumat (7/9/2018).
Advertisement
Ia mengatakan, titik panas kali ini terkosentrasi di tiga provinsi di pulau terbesar ketiga di Indonesia itu, yakni Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.
Dari ke-27 titik panas tersebut, lanjutnya, ada tiga titik di antaranya yang mencurigakan, dan patut diduga sebagai titik api karena memiliki tingkat kepercayaan di atas 71 persen.
BACA JUGA
Sedangkan lima titik panas di antaranya sebagai titik api akibat kebakaran hutan dan lahan, karena memiliki tingkat kepercayaan di atas 81 persen.
"Ada delapan titik panas baik diduga titik api maupun sebagai titik api kebakaran berada di dua provinsi, yakni Sumatra Selatan, dan Lampung," kata Zakaria.
Pemerintah tahun ini mengawal ketat wilayah rawan kebaran hutan dan lahan, sehingga berhasil menurunkan jumlah titik api hingga 96,5 persen di seluruh Indonesia dalam periode 2015-2017.
"Berdasarkan data hasil pantauan satelit milik NOAA, jumlah titik api di 2015 mencapai 21.929, sedangkan di 2016 menurun menjadi 3.915. Pada 2017, jumlah titik api kembali menurun menjadi 2.257," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raffles B Panjaitan.
KLHK mencatat luas area hutan dan lahan yang terbakar di 2015 mencapai 2.611.411 hektare (ha). Angka ini menurun menjadi 438.360 ha di 2016, lalu turun lagi menjadi 165.464 ha di 2017.
"Sejak 2016, perusahaan tidak berani lagi melakukan pembukaan lahan dengan membakar, sehingga hal ini berpengaruh. Kalau pun ada yang terbakar itu hanya spot-spot kecil saja karena kelalaian," ujar Raffles.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengolahan Sampah Mandiri Jogja Diperkuat Usai TPST Piyungan Tutup
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Harga Bapok di Sleman Turun Usai Nataru
- Cuaca DIY Sabtu 10 Januari 2026 Diprediksi Hujan Ringan
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Jogja Sabtu 10 Januari 2026
- Gol Telat Aramburu Antar Sociedad Taklukkan Getafe 2-1
- Frankfurt vs Dortmund Berakhir Imbang Dramatis 3-3
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 10 Januari 2026
- Wrexham Singkirkan Nottingham Forest di Putaran Ketiga Piala FA
Advertisement
Advertisement



