Advertisement
Terungkap, Bukan Busung Lapar, Ini Penyebab Kematian 3 Suku Terasing di Maluku
Sejumlah suku terasing di Maluku. /Ist-TNI AD Kodam XVI - Pattimura
Advertisement
Harianjogja.com, AMBON- Tiga warga suku terasing di maluku terdiri satu lansia dan dua balita meninggal.
Kadis Sosial Maluku, Sartono Pinning, membantah tiga suku terasing yang meninggal di pedalaman hutan Seram, Gunung Morkele, Kabupaten Maluku Tengah beberapa hari lalu, bukan karena terserang busung lapar.
Advertisement
"Saya kaget berkembang informasi bahwa seorang lansia dan dua balita yang meninggal itu karena busung lapar," katanya, di Ambon, Jumat (27/7/2018).
Tim terpadu dari Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Maluku, Dinas Kesehatan, Kodam XVI/Pattimura, Polda Maluku dan Pemkab Maluku Tengah yang telah berada di lokasi menyatakan, korban meninggal karena krisis pangan.
BACA JUGA
"Krisis pangan dialami sebanyak 45 Kepala Keluarga [KK] atau 170 jiwa warga di negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah itu karena hama babi dan tikus menyerang tanaman mereka," ujarnya.
Karena itu, masyarakat diimbau jangan menyebarluaskan informasi tidak bertanggungjawab sehingga bisa merusak citra pemerintah, baik Indonesia, Provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tengah, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
"Terpenting tim dari berbagai pihak telah menyalurkan bantuan tanggap darurat, termasuk memeriksa kesehatan warga tersebut agar tidak bertambah korban jiwa yang memang tidak diinginkan," kata Sartono.
Dia mengemukakan, penanganan selanjutnya terhadap warga suku terasing tersebut tergantung hasil identifikasi tim terpadu di lapangan, termasuk masukan dari Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto didampingi Danrem 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian K. Tehuteru yang meninjau pada 26 Juli 2018.
"Pastinya Pemprov Maluku maupun Pemkab Maluku Tengah menginginkan mereka direlokasi karena telah diprogramkan setelah kebakaran hutan Seram secara besar - besaran pada 2015 dan 2017," ujarnya.
Lokasi tinggal warga suku terasing itu berada di Dusun Maneo yang jarak tempuhnya tiga jam dengan kendaraan dari Wahai atau delapan jam dari Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah lalu dilanjutkan berjalan kaki delapan jam ke desa terdekat.
Lokasi titik kumpul terdekat ke masyarakat terasing adalah di Kali Toahaku dengan rute perjalanan dari Polsek Seram Utara, rumah singgah jalan dusun Soahari. Kali Touhaku dapat ditempuh dengan kendaraan dari Wahai selama tiga jam atau delapan dari Masohi.
Sebelumnya, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal mengatakan, berencana merelokasi ratusan warga suku Mausu Ane yang mendiami pedalaman Pulau Seram di wilayah pegunungan Morkele ke tempat yang lebih aman dan mudah untuk dijangkau.
Rencana relokasi ratusan warga suku terasing itu telah disampaikan kepada Kepala Desa (Raja) Maeno untuk dikomunikasikan kepada warga suku terasing.
Dia mengakui, pada 2017 lalu saat musibah kebakaran melanda wilayah Pulau Seram dan turut membakar lahan pertanian suku Mausu Ane, Pemkab Maluku Tengah telah meminta agar warga direlokasi.
"Mereka menolak pindah dengan alasan tidak mau meninggalkan tanah-tanahnya serta takut jangan sampai ada perusahan yang masuk mengelola lahan mereka," tandas Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Dentuman di Langit Israel, Warga Terluka dan Bangunan Rusak
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
- Puasa Intermiten Sering Gagal Karena Ngemil Ini Solusinya
- Jelang EPA, PSS U19 Fokus Bangun Mental dan Kekompakan
Advertisement
Advertisement







