Terkait Pemukulan Demonstran oleh Pengawal Macron, Mendagri Prancis Akan Hadapi Parlemen

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb - REUTERS/Lisi Niesner
22 Juli 2018 05:17 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

Harianjogja.com, PARIS-Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb akan ditanyai oleh anggota parlemen pekan depan karena pemerintah menghadapi kecaman yang meningkat atas cara mereka mendisiplinkan pengawal utama Presiden Emmanuel Macron yang terekam video memukuli seorang pengunjuk rasa pada May Day.

Collomb akan ditanyai oleh anggota majelis rendah pada Senin (23/7/2018) dan oleh Senat pada hari Selasa (24/7/2018), pekan depan.

Alexandre Benalla, yang lama bertugas di sisi Macron, ditahan polisi untuk diperiksa pada Jumat (20/7/2018), setelah video amatir yang dirilis menunjukkan dia, pada protes 1 Mei di Paris, mengenakan helm kerusuhan dan tanda polisi ketika sedang tidak bertugas.

Benalla pada awalnya diskors selama 15 hari dan diizinkan untuk kembali bekerja. Di bawah tekanan, kepresidenan Prancis mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah memutuskan untuk memulai prosedur pemecatan.

Anggota parlemen telah meluncurkan penyelidikan parlemen atas insiden itu sendiri, hukuman awal, dan kegagalan pihak berwenang untuk melaporkan Benalla segera ke pengadilan. Jaksa Paris juga telah membuka penyelidikan awal.

Dalam rekaman, yang dirilis pada Rabu oleh surat kabar Le Monde, Benalla terlihat menyeret seorang wanita menjauh dari protes dan kemudian memukul seorang demonstran laki-laki. Pada Jumat, media Prancis merilis video kedua yang menunjukkan Benalla juga menganiaya wanita itu.

Pria lain yang muncul bersamanya dalam sebuah video amatir juga ditahan.

Tiga perwira polisi lainnya juga diskors pada Jumat, termasuk dua orang yang diduga memberikan rekaman kejadian ke Benalla awal pekan ini, dan ditahan.

Kritikus Macron menyebut respons tertunda presiden sebagai tanda khas bahwa ia tidak dapat dihubungi.

Sumber : REUTERS