Konvensi Humas Indonesia 2026 Soroti Kepercayaan di Era AI
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Tim penyelamat berada di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, untuk menyelamatkan anggota tim sepakbola U-16 dan seorang pelatih yang terperangkap./Reuters-Stringer
Harianjogja.com, CHIANG RAI - Empat dari 12 remaja anggota tim sepak bola Thailand berhasil diselamatkan dari gua hari Minggu (8/7/2018). Tim penyelamat meluncurkan misi berani dan berbahaya untuk membebaskan anak-anak dan pelatih sepak bola mereka yang telah terperangkap di Gua selama lebih dari dua minggu, kata para pejabat setempat, mengutip Reuters.
Tiga belas penyelam asing dan lima anggota unit SEAL angkatan laut Thailand memandu anak-anak itu ke tempat yang aman melalui lorong-lorong sempit yang terendam yang merenggut nyawa mantan penyelam angkatan laut Thailand.
Operasi menyelamatkan delapan anak laki-laki yang tersisa dihentikan sementara, dan akan pada Senin (9/7/2018) pagi.
Hujan deras telah membanjiri Gua Tham Luang di wilayah utara Provinsi Chiang Rai pada Minggu dan badai diperkirakan akan terus berdatangan pada beberapa pekan ke depan, sehingga resiko yang dihadapi anak-anak semakin besar.
Bocah berusia 11-16 tahun itu hilang bersama pelatih sepakbola mereka setelah latihan rutin pada 23 Juni. Mereka berencana berpetualang menjelajah gua yang berbatasan dengan Myanmar dan merayakan ulang tahun salah satu anggota tim.
Upaya penyelamatan ini bisa memakan waktu tiga sampai empat hari bergantung pada cuaca, kata seorang komandan angkatan bersenjata dalam misi.
Tim penyelamat telah mensimulasi rencana mereka selama beberapa hari terakhir dan berhasil mengurangi ketinggian air secara signifikan, kata Narongsak, kepala penyelamatan itu kepada wartawan.
"Jika kami terus menunggu dan hujan datang dalam waktu beberapa hari, maka kami akan kembali harus memompa air dan kesiapan kami turun," kata dia.
Dokter asal Australia, yang juga tergabung dalam penyelamatan itu, memeriksa kesehatan anak-anak tersebut pada Sabtu malam.

Pejabat mengatakan bahwa butuh waktu 11 jam pulang pergi dari mulut gua ke tempat para korban ditemukan oleh penyelam asal Inggris, Richard Stanton dan John Volanthen pada Senin lalu.
Dari 13 penyelam, tiga di antara mereka akan mengantar anak-anak, sementara sisanya bersiap di sepanjang jalur berbahaya di kilometer pertama. DI jalur itu mereka harus melewati jalanan sempit yang lebarnya tidak lebih dari setengah meter.
Sejak pukul 14.00 tadi, 13 penyelam telah berada dalam posisi untuk membawa anak-anak, meski belum jelas kapan operasi akan dimulai.
"Mengingat rumitnya jaringan gua dan sulitnya operasi ini, kami tidak bisa memastikan berapa banyak anak yang akan keluar dalam misi pertama," kata tim penyelamat dalam pernyataan tertulis.
Sebanyak 13 petugas kesehatan bersiaga di luar gua --masing-masing dengan helikopter dan ambulans-- untuk 12 anak dan satu pelatih sepakbola mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Kebakaran Pegunungan Argopuro masih terpantau hingga Minggu pagi. Petugas memadamkan api di area terjangkau dan menghindari lokasi berisiko.
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung.
Dua remaja tewas di jurang Plaosan-Poncol, Magetan. Polisi menduga kecelakaan tunggal setelah motor menabrak pohon jati.
Sri Sultan menunggu keputusan pusat soal wacana gaji PNS lewat Kopdes Merah Putih. DPRD DIY mengingatkan risiko keamanan data.
Kabut asap karhutla menyebabkan 14 penerbangan internasional rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang dibatalkan demi keselamatan.