BMKG Peringatkan Hujan Petir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Tim penyelamat berada di dalam Gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand, untuk menyelamatkan anggota tim sepakbola U-16 dan seorang pelatih yang terperangkap./Reuters-Stringer
Harianjogja.com, CHIANG RAI-Sebuah misi penyelamatan tim sepakbola remaja Thailand dan pelatih yang terperangkap dua minggu di gua yang tergenang banjir sedang dalam perang dengan air dan waktu. Hal tersebut diungkapkan pemimpin tim penyelamat, Sabtu (6/7/2018).
Mereka sedang mengincar kesempatan terbaiknya untuk membebaskan kelompok tersebut sebelum turun hujan lebat yang telah diperkirakan.
Pesan harapan tiba sehari setelah kematian penyelam penyelamat Thailand, yang menjadi kebalikan dari momen dua minggu lalu saat salah satu anak laki-laki yang ada di kompleks gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai, di bagian utara Thailand, merayakan ulang tahun.
Sebuah tim Angkatan Laut Thailand, tentara, polisi dan relawan telah bekerja keras untuk menguras gua sejak kelompok itu ditemukan pada Senin.
Mereka sekarang mengajarkan kepada anak-anak penyelaman berbahaya melalui terowongan yang sempit dan terendam. Anak-anak itu berusia antara 11 dan 16 dan tidak semuanya adalah perenang yang kuat.
"Tiga atau empat hari ke depan dari sekarang adalah waktu terbaik dan paling ideal untuk operasi penyelamatan," kata Narongsak Osottanakorn, Kepala Misi Penyelamatan dan Mantan Gubernur Provinsi, kepada wartawan.
"Situasi saat ini, dengan tingkat udara dan air dan kesehatan anak laki-laki, adalah yang terbaik," tambahnya.
"Kami masih berperang dengan air dan waktu. Penemuan ... itu hanya kemenangan kecil, tapi itu tidak berarti perang telah berakhir sampai kami memenangi tiga pertempuran: penemuan, penyelamatan, dan kembali ke rumah," ujarnya.
Dalam perkembangan lain pada Sabtu, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa anak-anak itu telah berkomunikasi melalui surat dengan keluarga mereka, banyak dari mereka yang berkemah di luar pintu masuk gua, untuk pertama kali sejak mereka ditemukan.
Upaya untuk mengirimkan telepon ke anak laki-laki pada awal minggu gagal.
Dalam satu surat, anak laki-laki membuat daftar makanan yang ingin mereka makan saat mereka tiba dengan selamat di rumah, seperti ayam goreng dan "barbekyu pinggan panas" serta meminta guru mereka untuk tidak menugaskan terlalu banyak pekerjaan rumah.
Pelatih, Ekapol Chanthawong, mengatakan kepada orang tua dalam surat terpisah bahwa dia akan "mengurus dengan baik" anak-anak itu dan meminta maaf karena membuat mereka menghadapi cobaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.