Advertisement
Sudah 17 Teroris Ditembak Mati dan 138 Ditangkap, Ini Tindakan Densus 88 Selanjutnya
Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, memasuki dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). - Antara/Idhad Zakaria
Advertisement
Harianjogja.com, DEPOK- Aparat kepolisian melakukan perburuan besar-besaran usai kasus kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, total ada 138 terduga teroris yang sudah ditangkap Densus 88 Anti Teror di sejumlah wilayah di Indonesia.
Advertisement
Dari jumlah itu, ada 17 orang di antaranya terpaksa ditembak mati.
"Sudah tertangkap 138 orang. 17 di antaranya tewas tertembak," kata Tito di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).
BACA JUGA
Menurut Tito, Polri kini tengah melakukan sejumlah langkah hukum dalam menindak pelaku terorisme. Antara lain dengan menggunakan undang-undang baru.
Salah satunya dengan menerapkan Undang-Undang nomor 5 Tahun 2018 tanggal 22 Juni 2018.
"Di mana ada bentuk-bentuk kriminal baru di sana. Bentuk kejahatan dalam terorisme yang belum diatur di undang-undang sebelumnya. Dan masa penahanannya lebih panjang. Penangkapan 7 hari jadi 21 hari, masa penahanan semula 4 bulan jadi 6 bulan 200 hari," Tito menjelaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Februari 2026, Ini Lokasinya
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan
- Parade Marching Band Piala Raja HB X Bakal Meriahkan Malioboro Jogja
- Jadwal Lengkap SIM Keliling Sleman Februari 2026, Pagi hingga Malam
- DAMRI Bandara YIA Kembali Beroperasi, Tarif Rp80 Ribu per Jam
- Ada Pemeliharaan Jaringan, Ini Wilayah Bantul Alami Pemadaman Listrik
- Marbot Masjid Kulonprogo Dapat BPJS Lewat Program Safari Jumat
- Menaker Dorong Peran Dokter Okupasi Perkuat Kesehatan Kerja Nasional
Advertisement
Advertisement



