Advertisement
Sah! Wanita Arab Mulai Hari Ini Boleh Mengemudi di Negara Sendiri
Wanita Arab Saudi Nouf Khayat, seorang instruktur Zumba, melompat saat acara lomba lari yang menandai Hari Perempuan Internasional di Jeddah Lama, Arab Saudi pada 8 Maret 2018. "Saya adalah seorang ibu dan seorang wanita di masyarakat ini. Akhirnya kita mampu berbicara dan mengungkapkan keinginan hidup kita. Waktunya telah tiba untuk membicarakan hal-hal yang bisa kita lakukan, "katanya. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, RIYADH - Wanita Arab Saudi dapat berkendara sendiri secara legal mulai hari ini, Minggu (24/6/2018). Manuver di kerajaan ekstra konservatif ini menjadi pencabutan larangan perempuan mengemudi yang terakhir di dunia sekaligus penanda berakhirnya lambang penindasan perempuan di kerajaan tersebut.
Langkah itu, yang diperintahkan pada September oleh Raja Salman, adalah bagian dari reformasi besar-besaran yang didorong Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengubah perekonomian eksportir minyak dunia tersebut dan membuka masyarakatnya yang tertutup.
Perempuan di Arab Saudi Sudah Bersiap Mengendarai Mobil Advertisement | Reformasi Sosial Titik Terang Langka Dalam Kegelapan Ekonomi Saudi |
"Kami siap dan itu akan mengubah hidup kami sepenuhnya," kata Samira al-Ghamdi, psikolog berusia 47 tahun dari Jeddah, salah satu wanita pertama Saudi yang surat izin mengemudinya segera dikeluarkan.
Pencabutan larangan itu, yang bertahun-tahun mengundang kecaman internasional, disambut sekutu Barat sebagai bukti kecenderungan progresif baru di Arab Saudi.

Tapi, hal itu telah disertai dengan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, termasuk terhadap beberapa pegiat yang sebelumnya berkampanye menentang larangan tersebut. Mereka akan dipenjara saat rekan-rekan mereka secara sah mengemudi untuk pertama kalinya.
Wanita Saudi dengan surat izin mengemudi luar negeri baru mulai mengubah SIM milik mereka pada awal bulan ini, sehingga jumlah pengemudi wanita baru diperkirakan tetap rendah pada awalnya. Hal tersebut akan memakan waktu sebelum orang lain yang belajar mengemudi di sekolah negara sudah siap untuk mengemudi di jalan raya.
Beberapa wanita masih menghadapi pertentangan dari kerabat mereka yang konservatif. Banyak yang terbiasa menggunakan sopir pribadi mengatakan, mereka enggan mengemudi di jalanan sibuk negara kerajaan Muslim itu.
"Saya tidak akan menyetir," kata Fayza al-Shammary, seorang pramuniaga berusia 22 tahun, "Saya suka menjadi puteri dengan seseorang membuka pintu mobil untukku dan mengantar saya ke mana-mana."
Kekhawatiran pengemudi perempuan akan menghadapi pelecehan di sebuah negara di mana aturan pemisahan yang ketat telah mencegah perempuan berinteraksi dengan laki-laki yang tidak punya kepentingan. Hal ini membuat negara itu mendesak dibuatnya undang-undang baru bulan lalu dengan penjara dan denda besar untuk pelecehan seksual.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi berencana menyewa perempuan polisi lalu lintas untuk pertama kali, tapi tidak jelas kapan mereka akan dikerahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Reuters/Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul, Senin 5 Januari 2026
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Malut United vs PSBS Biak, Ujian Awal Tahun
- Motorola Razr Edisi Piala Dunia 2026 Segera Diperkenalkan
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 4 Januari 2026
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
Advertisement
Advertisement



