Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi kekerasan fisik./JIBI
Harianjogja.com, KENDARI- Seorang Advokat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melakukan pendampingan terhadap karyawan di-PHK mendapat perlakuan kasar dari preman yang bekerja di salah satu perusahaan pertambangan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Alvian P Liambo dan Rekannya Leris Saranani yang menjadi korban pemukulan oleh oknum yang tidak dikenal di perusahaan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) di Kendari, Sabtu mengatakan kejadian terhadap dirinya itu disaat melakukan advokasi terhadap buruh yang di PHK oleh perusahaan itu.
"Kronologisnya saat kami melakukan negosiasi kepada pihak management perusahaan PT. VDNI, lalu dia minta saya keluar oleh pihak Kepolisian yang terlebih dahulu mengisi buku tamu. Karena lupa melakukan pengisian pada buku lalu kami didorong bahkan dipukul dari belakang oleh orang tidak dikenal yang menggunakan masker," ujar Alvin.
Tidak hanya itu, preman itu bahkan mengancam dengan suara yang kasar agar jangan kembali lagi ke perusahaan itu karena wilayah ini adalah kekuasaannya.
Padahal, kata Alvin, tujuan dirinya terlibat dalam pendampingan itu adalah untuk memediasi dan mencari solusi terbaik terhadap hak-hak kliennya yang merupakan buruh yang di PHK oleh perusahaan PT. VDNI.
"Kejadian ini merupakan kesekian kalinya yang terjadi di Areal Pertambangan VDNI, sebab bulan Lalu terjadi juga intimidasi terhadap Komnasham dan Aktivis Lingkar tambang," tuturnya.
Alvin Liambo yang juga saat ini sebagai Sekertaris Umum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripatrit Provinsi Sulawesi Tenggara itu menyayangkan bahwa hingga saat ini, pelaku belum juga tertangkap. "Yang pasti bahwa kami harap aparat kepolisian dapat mengungkap oknum premen yang melakukan intimidasi bahkan pemukulan terhadap kami dan klien saya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.