Siswa Diduga Merakit Bom di MAN 3 Padang, Belajar dari Internet
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Ilustrasi kekerasan fisik./JIBI
Harianjogja.com, KENDARI- Seorang Advokat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melakukan pendampingan terhadap karyawan di-PHK mendapat perlakuan kasar dari preman yang bekerja di salah satu perusahaan pertambangan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Alvian P Liambo dan Rekannya Leris Saranani yang menjadi korban pemukulan oleh oknum yang tidak dikenal di perusahaan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) di Kendari, Sabtu mengatakan kejadian terhadap dirinya itu disaat melakukan advokasi terhadap buruh yang di PHK oleh perusahaan itu.
"Kronologisnya saat kami melakukan negosiasi kepada pihak management perusahaan PT. VDNI, lalu dia minta saya keluar oleh pihak Kepolisian yang terlebih dahulu mengisi buku tamu. Karena lupa melakukan pengisian pada buku lalu kami didorong bahkan dipukul dari belakang oleh orang tidak dikenal yang menggunakan masker," ujar Alvin.
Tidak hanya itu, preman itu bahkan mengancam dengan suara yang kasar agar jangan kembali lagi ke perusahaan itu karena wilayah ini adalah kekuasaannya.
Padahal, kata Alvin, tujuan dirinya terlibat dalam pendampingan itu adalah untuk memediasi dan mencari solusi terbaik terhadap hak-hak kliennya yang merupakan buruh yang di PHK oleh perusahaan PT. VDNI.
"Kejadian ini merupakan kesekian kalinya yang terjadi di Areal Pertambangan VDNI, sebab bulan Lalu terjadi juga intimidasi terhadap Komnasham dan Aktivis Lingkar tambang," tuturnya.
Alvin Liambo yang juga saat ini sebagai Sekertaris Umum Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripatrit Provinsi Sulawesi Tenggara itu menyayangkan bahwa hingga saat ini, pelaku belum juga tertangkap. "Yang pasti bahwa kami harap aparat kepolisian dapat mengungkap oknum premen yang melakukan intimidasi bahkan pemukulan terhadap kami dan klien saya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.