Advertisement
Papa Setnov Curhat Pengalaman Puasa di Penjara, Makan Gorengan dan Sayur Lodeh
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - Antara/Wahyu Putro A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Setya Novanto (Setnov) kini mendekam di penjara akibat kasus korupsi pengadaan KTP elektronik. Tahun ini merupakan pengalaman pertamanya menjalani ibadah puasa di dalam bui.
Mantan Ketua DPR yang juluki dengan panggilan Papa itu menceritakan pengalamannya menjalani ibadah puasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat.
Advertisement
"Ya, insyaallah, saya beradaptasi dengan teman-teman yang sama-sama susah dan penghuninya saling berbagi serta berdoa selama tinggal di 'pesantren'," kata Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (21/5/2018).
Setnov dijadwalkan menjadi saksi untuk Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo mendapat keuntungan sebesar Rp79,039 miliar dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan bersama-sama dengan pihak lain dalam proyek pengadaan KTP elektronik pada tahun anggaran 2011 dan 2012.
BACA JUGA
Setnov sendiri sudah dipindahkan sejak 4 Mei 2018 ke Lapas Sukamiskin berdasarkan vonis hakim dalam sidang 24 April 2018 yang menyatakan bahwa dia terbukti bersalah dan dihukum 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.
Ia pun memutuskan untuk menerima vonis hakim tersebut dan telah membayarkan denda Rp500 juta serta biaya perkara Rp7.500,00.
Untuk pembayaran uang pengganti belum dipenuhi sebesar 7,435 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar. Namun, Setnov sudah menyanggupi untuk membayarnya dengan menyerahkan surat kesanggupan membayar.
"[Saya] puasa terus, sahur bersama-sama dengan teman-teman yang lain, saling berbagi untuk sahur," tambah Setnov.
Untuk makan sahur, Setnov mengaku menunya adalah sayur lodeh, sedangkan saat berbuka cukup dengan gorengan.
"Sahur ada sayur lodeh, kalau buka gorengan yang ala di 'pesantren' sana," ungkap Setnov sambil sedikit tersenyum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Pegawai SPBU Tak Izinkan Pakai APAR, Motor Ludes Terbakar
Advertisement
Advertisement








