Advertisement

Abu Dukono Membumbung, Warga Diminta Jauhi Kawah

Newswire
Minggu, 05 April 2026 - 14:17 WIB
Sunartono
Abu Dukono Membumbung, Warga Diminta Jauhi Kawah ILustrasi - Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Abu Dukono Membumbung, Warga Diminta Jauhi Kawah

Gunung Dukono kembali erupsi, abu setinggi 1.600 meter, warga diminta jauhi kawah dan gunakan masker.

Advertisement

Gunung Dukono erupsi, erupsi Halmahera Utara, abu vulkanik Dukono, status Gunung Dukono, aktivitas vulkanik Maluku Utara, Kawah Malupang Warirang, seismogram Dukono, tinggi abu 1600 meter, peringatan gunung api, warga diminta pakai masker, erupsi terbaru Dukono, bencana alam Indonesia, gunung api aktif Indonesia, dampak abu vulkanik, PGA Dukono laporan

Harianjogja.com, HALMAHERA UTARA—Aktivitas erupsi Gunung Dukono kembali terjadi pada Minggu pagi dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 1.600 meter di atas puncak. Kondisi ini membuat warga di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu yang terus berubah arah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, menyebut erupsi terjadi pada pukul 08.33 WIT. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 166,67 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Gunung yang memiliki ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut tersebut saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Aktivitas vulkanik yang fluktuatif membuat potensi sebaran abu tidak bisa diprediksi secara pasti karena mengikuti arah angin.

Masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta wisatawan diminta tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diimbau untuk menyiapkan masker guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Sebelumnya, erupsi juga tercatat terjadi pada Jumat malam dengan kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak. Saat itu, abu berwarna kelabu pekat bergerak ke arah barat laut, dengan rekaman seismogram menunjukkan amplitudo 14 mm dan durasi 158,21 detik.

Rangkaian erupsi yang terjadi secara periodik ini menegaskan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih tinggi dan berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya

Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya

Sleman
| Minggu, 05 April 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Cable Car Baru di Tawangmangu Diserbu Wisatawan

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement