Advertisement

Duoorrr! Kereta Api Tabrak Pikap di Pelintasan Gemolong, Pasutri Tewas

Kurniawan
Senin, 07 Mei 2018 - 20:17 WIB
Nina Atmasari
Duoorrr! Kereta Api Tabrak Pikap di Pelintasan Gemolong, Pasutri Tewas Kondisi mobil pikap yang tertabrak KA di Ngembat Padas, Gemolong, Sragen, Senin (7/5 - 2018). (Solopos/Kurniawan)

Advertisement

Hrianjogja.com, SRAGEN --Kecelakaan kereta api dan mobil terjadi di pelintasan tanpa palang pintu di Dukuh Dempul RT 019 Ngembatpadas, Gemolong, Sragen, Senin (7/5/2018). Akibat kejadian tersebut, dua warga Boyolali meninggal dunia.

Korban adalah pasangan suami istri Dhevi Kurnia, 31, dan Lina Indriani, 30, warga Grenjeng RT 011/RW 002 Desa Trosobo, Sambi, Boyolali. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB itu membuat gempar warga setempat. Mereka berkerumun di lokasi kejadian untuk melihat kondisi mobil yang hancur setelah terseret kereta hingga ratusan meter dari lokasi benturan.

Advertisement

Sejumlah saksi mata menuturkan peristiwa kecelakaan  berlangsung sangat cepat. Mobil berpelat nomor AD 1888 Q yang dikendarai korban melaju dari arah selatan (jalan Solo-Purwodadi) dan langsung berbelok ke arah rel.

Mobil korban tak berhenti dulu sebelum melintasi rel. Di saat bersamaan dari arah utara melaju kencang kereta api barang sehingga kecelakaan tak dapat dihindari. Sejumlah warga yang berkumpul di dekat perlintasan sempat meneriaki korban.

Warga bermaksud mengingatkan ada kereta api yang melaju kencang. "Sebenarnya sempat diteriaki orang-orang yang sedang di dekat perlintasan. Tapi mungkin tidak dengar," ujar Subagyo, 42, salah seorang saksi mata.

Warga Tegalombo, Kalijambe, itu mengaku sedang memperbaiki rumah tak jauh dari lokasi kejadian saat mendengar suara kereta melaju. Tidak lama berselang terdengar suara benturan sangat keras dan debu berterbangan.

"Suara benturan keras sekali, duoorrr begitu. Saya lihat ternyata ada mobil tertabrak kereta. Mobil terseret sekitar 500 meter dari lokasi benturan. Debu beterbangan banyak sekali. Warga langsung mengecek sumber suara," kata dia.

Subagyo menuturkan kondisi mobil korban hancur akibat terseret kereta. Bak mobil terlepas dan dua korban terjatuh dari mobil. "Saat warga datang korban sudah tertelungkup dekat rel. Sepertinya sudah meninggal," imbuh dia.

Polisi yang datang di lokasi kejadian beberapa saat setelah kecelakaan langsung mengevakuasi para korban. Badan dan bak mobil korban disingkirkan dari rel sehingga kereta barang bisa kembali melaju menuju tujuan.

Dua korban yang merupakan pasangan suami istri dilarikan ke RS Yakssi Gemolong tak jauh dari lokasi kejadian. Kepala Ruang Jenasah RS Yakssi Gemolong, Muhammad Zurianto, mengonfirmasi sudah meninggalnya dua korban saat tiba di rumah sakit.

Dua korban mengalami luka parah di bagian kepala, badan, dan kaki. "Yang laki-laki mengalami pendarahan telinga. Sudah dilakukan visum oleh dokter. Keluarga korban sudah dihubungi. Kami masih menunggu," aku dia.

Terpisah, Kapolsek Gemolong, AKP Supadi, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengonfirmasi terjadinya kecelakaan maut antara pengemudi mobil pikap asal Sambi, Boyolali, dengan kereta api barang di Dempul. Berdasarkan informasi yang dihimpun Polsek Gemolong, masinis kereta bernama Indro Purnomo, 37, dan asisten masinis, Sodik, 23.

"Saking kerasnya tabrakan, dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian," kata dia.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda

Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda

Jogja
| Jum'at, 03 April 2026, 14:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement