KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Ketua MUI Maruf Amin (kiri) dan CEO Obsession Media Group, Usama Hisyam disela penghargaan Obsession Awards 2018 dan Womens Obsession Awards 2018 di Jakarta, Kamis (22/3/2018). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Harianjogja.com, JAKARTA- Rumah ibadah dan kantor pemerintahan diimbau tidak jadi tempat kampanye politik.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma\'ruf Amin meminta rumah ibadah dan kantor pemerintahan tidak dijadikan sebagai wadah berpolitik dengan berkampanye maupun meminta dukungan dalam berpolitik praktis.
"Itu yang kita harapkan jangan ada menggunakan tempat ibadah, kantor pemerintahan, pengajian-pengajian dijadikan sebagai forum untuk kampanye atau ringkasannya," kata Ma\'ruf Amin usai menghadiri acara FGD PDI Perjuangan Aktualisasi Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Mencegah Penyebarab Paham Radikalisme Pro Kekerasan dan Intoleransi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).
Menurut Ma\'ruf, rumah ibadah kerap dipolitisasi untuk kepentingan politik jangka pendek. Menurut dia, berpolitik di rumah ibadah harus berpolitik yang keagamaan, kenegaraan, dan kebangsaan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kalau politik keagamaan, politik kebangsaan dan knegaraan itu harus. Kalau politik yang tidak dijiwai agama kan nanti jadi politik tidak santun, dan kemudian money politic," jelasnya.
Ia berharap, semua elemen bangsa dan negara harus berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Selain itu, UUD 1945 juga telah final dalam NKRI.
"Karena itu kita smua bangsa dan umat Islam itu sudah selesai. Kita harus punya komitmen kebangsaan," imbuhnya.
Rais Aam PBNU itu membenarkan bahwa masih ada kelompok-kelompok yang belum berkomitmen tentang kebangsaan yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi. Menurut dia, terdapat kesalahan persepsi dari pemikiran keislaman dan kebangsaan dari kelompok-kelompok tersebut.
"Padahal Islam dan kebangsaan ini sudah diselesaikan. Kedua adanya kelompok yang masih punya paham radikal ingin mengganti dengan kekrasan dan intoleran karena itu kita harus tangani melalui kontraradikalisme dan kemudian deradikalisasi untuk kita satukan pendapat. Kemudian kita membangun keutuhan bangsa ini supaya kita utuh melalui ukuwah," lanjutnya.
Ia berharap, semua elemen bangsa dapat menjaga hubungan antara umat Islam dan hubungan antara persaudaraan antarbangsa Indonesia.
"Yaitu ukuwah Islamiyah, persaudaraan sesama Islam dan wathaniah persaudaraan sesama bangsa. Kalau ini terbangun maka tidak ada lagi konflik, kalau memang berbeda pendapat itu sudah biasa," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.
Gunung Gandul Wonogiri terbakar dua kali dalam sehari. Sekitar 4 hektare hutan terbakar dan api baru berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB.
Kemenhub memperkuat kesiapan personel SAR menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal melalui pembekalan keterampilan serta SOP keselamatan.
Manchester United mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi Hull City di MKM Stadium.
Prabowo menegaskan korporasi yang terbukti membakar hutan akan ditindak hukum. Empat perusahaan di Kalbar kini dalam penyelidikan.