Advertisement
Aris Budiman Berkicau, Sebut Ada Sejumlah Oknum yang Bermain di KPK
Direktur Penyidikan KPK, Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman. - Antara/Rivan Awal Lingga
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -Sejumlah oknum yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut bermain untuk mencari keuntungan pribadi. Hal itu diungkapkan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantaan Korupsi Brigjen Pol Aris Budiman Bulo.
Ditemui seusai pelantikan Deputi Penindakan dan Direktur Penuntutan, di Gedung KPK, Jumat (6/4/2018), Aris mengungkapkan ada beberapa hal yang menunjukan perbuatan oknum-oknum di tubuh KPK tersebut yang melakukan berbagai upaya untuk mencegah munculnya SDM yang berkualitas maupun penyidikan perkara.
Advertisement
“Saya minta salah seorang mantan kasatgas [kepala satuan tugas] untuk kembali ke KPK dan dia adalah seorang penyidik yang baik. Lalu saya terima email yang mengatakan bahwa kasatgas itu seperti kuda troya. Saya balas dengan mengatakan bahwa saya kuda troya bagi oknum-oknum yang memanfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi,” tegas Aris.
Tindakan oknum tersebut, lanjutnya, juga menghambat kegiatan penyidikan perkara korupsi pengadaan KTP elektronik. Aris menceritakan ketika dia masuk ke KPK pada 2015, penyidikan perkara tersebut sudah berjalan dua tahun dan selalu menyasar ke proses pengadaan.
BACA JUGA
Setelah berkoordinasi dengan Supardi yang kini telah dilantik sebagai Direktur Penuntutan, beberapa orang penyidik dari Direktorat Penuntutan disertakan dalam penyidikan. Upaya itu membuahkan hasil dengan mengembangkan penyidikan ke ranah penganggaran dan menetapkan beberapa tersangka baru dalam rangkaian perkara ini, termasuk Setya Novanto.
Dia juga mengaku heran karena tidak pernah dilakukan pemeriksaan terhadap Johannes Marliem, bos Biomorf yang merupakan subkontraktor pengadaan KTP elektronik. Perusahaan Biomorf pun tidak pernah diperiksa padahal surat penetapan penggeledahan telah diminta.
“Hal ini berbeda dengan perkara seorang petinggi Mahkamah Agung yang begitu ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspos, langsung geledah kantornya. Mabes Polri pun pernah digeledah. Harus ada perlakuan yang sama,” pungkasnya.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Aris Budiman Bulo akan digantikan oleh seorang direktur baru yang hingga saat ini belum ditetapkan oleh Pimpinan KPK. Komisi tersebut mengulang kembali proses seleksi karena belum berhasil mendapatkan kandidat yang diinginkan.
Nama Aris Budiman sebelumnya santer diberitakan karena dia menghadiri rapat Pansus DPR untuk menyelidiki KPK tanpa seizin para pimpinan. Dia juga disebut terlibat konflik dengan Novel Baswedan, penyidik senior sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Ikuti Google Maps, Pemudik Malah Masuk Jalan Sawah di Sleman
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
- Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
- Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
Advertisement
Advertisement






